KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Forum Group Discussion (FGD) digelar peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Polri Dikreg ke-65 gelombang II 2025. Acara berlangsung di Polresta Balikpapan dihadiri pula Forkopimda.
Menurut Kombes Pol Utoro Saputro selaku perwakilan peserta Sespimen Polri, forkopimda dan aparat penegak hukum perlu memperkuat kolaborasi berbasis digital sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial dan komunikasi publik di era post-modern dan post-truth.
“FGD bagian dari Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sespimen Polri yang bertujuan mempelajari pola pengelolaan keamanan di daerah strategis, terutama Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN),” terangnya.
Menurutnya, polri mendorong transformasi mindset dari pendekatan reaktif menjadi preventif, serta adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Ia juga menyoroti fenomena post-truth, di mana opini publik kerap dipengaruhi oleh informasi tidak akurat. “Polri harus menjadi sumber informasi terpercaya dan penegak kepastian hukum di tengah derasnya arus digital,” paparnya.
Dirinya mengapresiasi kondisi keamanan Balikpapan yang dinilai stabil dan kondusif. Berdasarkan laporan, jumlah kasus kriminal di kota ini tergolong rendah. “Ini bukti sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat berjalan baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas sosial-ekonomi. “Keamanan dan kesejahteraan adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan,” imbuhnya.
Selain itu, peserta FGD juga membahas sejumlah isu strategis, mulai dari strategi Forkopimda dalam merespons isu viral, pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan, hingga penguatan komunikasi kolaboratif antara masyarakat dan aparat keamanan.
Kasi Humas Polresta Balikpapan, Ipda Sangidun, menilai kegiatan ini sebagai langkah positif dalam menghadapi tantangan modernisasi teknologi dan keberagaman masyarakat Balikpapan. “Ini merupakan mitigasi tepat di tengah pertumbuhan teknologi dan kemajemukan masyarakat kota,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo