Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Antisipasi Bencana Tanah Longsor di Balikpapan, Ini Dua Titik yang Jadi Perhatian BPBD

M Ibrahim • Minggu, 23 November 2025 | 17:44 WIB
LONGSOR: Memasuki musim penghujan, tanah longsor menjadi salah satu bencana yang diantisipasi tim gabungan.
LONGSOR: Memasuki musim penghujan, tanah longsor menjadi salah satu bencana yang diantisipasi tim gabungan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan dan instansi terkait tengah bersiaga untuk mengantisipasi potensi bencana saat memasuki musim penghujan.

Peringatan kewaspadaan dini kepada masyarakat terkait meningkatnya potensi bencana alam di sejumlah titik rawan pun digaungkan. Seperti tanah longsor, kebakaran dan banjir.

Kepala UPT PBD Wilayah Balikpapan Kota, Nadia Anggraeni Suparjan, menyebut pihaknya terus memonitor perkembangan kondisi lapangan sekaligus mengimbau warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Telagasari dan Prapatan menjadi dua titik yang saat ini perlu mendapatkan perhatian khusus. Menurutnya, karakteristik wilayahnya yang berbukit dan berdataran curam membuat daerah tersebut rentan mengalami longsor ketika hujan deras mengguyur kota.

“Setiap kali turun hujan deras, potensi longsor selalu ada. Kami mengimbau warga di daerah rawan untuk lebih waspada,” pesannya.

Longsor tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu minimnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi tanah di sekitar rumah.

Retakan kecil di halaman, penurunan tanah, atau perubahan kontur sering kali dianggap sepele, padahal merupakan tanda awal terjadinya pergerakan tanah. “Segera lakukan penanganan atau laporkan ke BPBD agar bisa dicek lebih lanjut,” imbaunya.

Selain ancaman longsor, kebakaran permukiman juga menjadi fokus pengawasan BPBD. Kawasan padat penduduk di Kelurahan Klandasan Ilir dan Klandasan Ulu dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi karena akses jalan sempit serta instalasi listrik rumah tangga yang banyak tidak memenuhi standar keamanan.

Hingga berpotensi mempercepat penyebaran api apabila terjadi korsleting atau kelalaian penggunaan peralatan elektronik. Potensi banjir kembali muncul di wilayah Beler dan Damai yang selama ini dikenal sebagai daerah langganan genangan air.

Menurut BPBD, curah hujan yang meningkat tidak diimbangi oleh kondisi drainase yang memadai. Selain itu, masih banyak ditemukan saluran air tersumbat akibat sampah rumah tangga. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#musim hujan #banjir #bencana #tanah longsor #balikpapan #bpbd balikpapan