Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pelanggar Lalu Lintas Dipantau 324 Unit CCTV, Dishub Bangun Sistem Balikpapan Lancar

Dina Angelina • Senin, 24 November 2025 | 14:55 WIB
PANTAU: CCTV yang menangkap aktivitas pelanggaran di kawasan Jalan MT Haryono.
PANTAU: CCTV yang menangkap aktivitas pelanggaran di kawasan Jalan MT Haryono.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Aplikasi Balikpapan Connectivity (B-Connect) memudahkan masyarakat untuk memantau aktivitas lalu lintas Kota Minyak. Ini bagian dari pengembangan area traffic control system (ATCS).

Tampilan closed circuit television (CCTV) bisa diakses melalui B-Connect. Sehingga warga mengetahui titik jalan mana saja yang macet saat ingin berkendara. Kemudian melihat ketersediaan area parkir dan lainnya.

Sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) telah memiliki 137 unit CCTV. Kini untuk mendukung layanan B-Connect, pihaknya telah memasang 187 unit CCTV tambahan yang berasal dari APBD Perubahan 2025.

“Kami belum memasuki wilayah-wilayah jalan sekunder. CCTV masih masuk di area perkotaan,” kata Kepala Dishub Balikpapan M Fadli Pathurrahman. Total tersedia 324 unit CCTV.

Nantinya manfaat B-Connect semakin berkembang. Baik  untuk masyarakat hingga pemangku kepentingan. Misal untuk Satlantas Polresta Balikpapan. CCTV ini bisa menangkap dalam tiga layar sekaligus.

Pertama menampilkan potret satu kawasan secara penuh. Lalu potret kendaraan yang parkir di bahu jalan. Hingga tampilan ketiga melihat plat secara lebih dekat atau teknik zoom.

Sehingga terlihat jelas pelanggar KTL Jalan MT Haryono. “Dishub memberi informasi kepada Satlantas untuk memberi advokasi kebijakan apabila terjadi pelanggaran lalu lintas yang ada di Balikpapan,” bebernya. 

Jika tahun-tahun sebelumnya fokus pada penerangan jalan yakni Balikpapan Terang. Kini mulai beralih ke sistem Balikpapan Lancar. “Penambahan CCTV pada APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027,” ujarnya.

Selain CCTV, pihaknya juga melakukan perbaikan marka-marka jalan hingga zona selamat sekolah (ZOSS). “Ini menjadi salah satu program yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Balikpapan saat ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Dishub Balikpapan #polresta balikpapan