KALTIMPOST.ID-UPTD Puskesmas Mekar Sari, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan ke-IV di ruang pertemuan lantai 2 puskesmas, Rabu (3/12).
Kegiatan membahas capaian program kesehatan, identifikasi masalah, dan rencana tindak lanjut demi peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Kepala Puskesmas Mekar Sari drg Lily Anggraini menyatakan kegiatan monitoring dan evaluasi kesehatan rutin dilakukan sebagai forum untuk memantau permasalahan kesehatan di wilayah Mekar Sari.
“Pada triwulan ke-IV ini kita bisa melihat gambaran capaian tahun 2025 yang cukup baik. Dari sekian program, ada beberapa pencapaian prioritas kegiatan yang telah menunjukkan hasil positif, seperti penurunan kasus DBD (demam berdarah dengue),” ujarnya.
Namun, lanjutnya, masih ada tantangan yang perlu diatasi yakni adanya jentik nyamuk di beberapa area yang disebabkan kebiasaan warga menampung air hujan sebagai cadangan karena keterbatasan pasokan air PDAM.
Ia menekankan kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan untuk membasmi sarang nyamuk dan mencegah DBD yang dapat mengancam jiwa.
“Diperlukan kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Program nasional satu rumah satu kader pemantau jentik bisa menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan upaya pencegahan DBD jika dijalankan dengan benar,” ungkapnya.
Prioritas lainnya adalah angka kesadaran masyarakat terkait TBC di Mekar Sari cukup meningkat. Terutama dalam hal keluarga kontak erat yang mau minum obat terapi pencegahan.
Dari 30 kasus ada 11 orang yang mau minum obat. Naik dari sebelumnya yang hanya dua orang.
“Itu menunjukkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang TBC mulai bertambah dan itu hal yang positif dan terus berlanjut,” ucapnya.
Kegiatan pertemuan rutin itu bisa meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara tim puskesmas, lintas program, dan lintas sektor. Sehingga bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan.
“Dengan kesadaran yang meningkat, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan juga akan lebih besar, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera. Itu juga bisa menjadi langkah awal untuk mencapai masyarakat yang sehat, lebih produktif, dan berkualitas,” pungkasnya. (*/pus/rd)
Editor : Romdani.