KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kebutuhan akan sekolah dan ruang kelas baru di Balikpapan masih tinggi. Hal ini untuk mengatasi gap daya tampung di sekolah negeri yang terus muncul setiap tahun.
Untuk memberikan solusi cepat, Disdikbud Balikpapan menghadirkan program The Dream Gazebo. Program ini memungkinkan pembelajaran berlangsung di ruang terbuka yang dibangun di SD 009 Balikpapan Utara.
Inovasi ini digagas oleh Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik. Menurutnya, pembangunan sekolah baru maupun ruang kelas baru memang terus dilakukan. Namun, prosesnya membutuhkan waktu lama dan biaya besar.
Baca Juga: Bukan Kelas Biasa, Intip Keunggulan The Dream Gazebo, Biaya Lebih Irit dan Luas
Mulai dari perencanaan, pengajuan anggaran, hingga realisasi, semua memakan waktu yang tidak sebentar. Karena itu, Irfan mencari alternatif yang lebih cepat dan efisien, salah satunya adalah The Dream Gazebo.
Dengan konsep semi terbuka, gazebo ini bisa dibangun hanya dalam hitungan bulan. Sekolah tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk menyediakan ruang belajar yang layak bagi siswa.
The Dream Gazebo juga menawarkan kapasitas besar. Biasanya satu kelas hanya menampung satu rombongan belajar (rombel), tapi gazebo ini bisa menampung 5–6 rombel sekaligus. Jika satu kelas terdiri dari 30 siswa, artinya satu gazebo dapat menampung hingga 150–180 siswa.
Selain kapasitas, konsep terbuka memberikan sirkulasi udara yang lebih baik dan suasana belajar yang lebih segar dibanding kelas biasa yang tertutup.
Irfan berharap, pilot project di SD 009 Balikpapan Utara ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain yang menghadapi masalah serupa. Dengan begitu, inovasi ini bisa diterapkan secara lebih luas di kota Balikpapan. (*)
Editor : Ery Supriyadi