KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Warga Balikpapan mulai melirik investasi dalam bentuk tabungan emas. Salah satunya melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) yang resmi ditetapkan menjadi satu-satunya bank emas pertama di Indonesia.
Manager BSI Area Balikpapan Andi Asni mengatakan, saat ini 1 gram emas sudah menyentuh harga Rp 2,8 juta. Nilai emas terus menguat karena masyarakat berbondong mempercayai emas sebagai investasi yang aman.
Dia menjelaskan, BSI memiliki empat layanan terkait bank emas. Pertama simpanan emas yang bisa terpantau dalam bentuk digital. Setiap tabungan tertulis berapa saldo gramasi emas dan nilai konversi rupiah.
“Kapan saja bisa dilakukan trading atau jual kembali, kita beli sesuai dengan harga BSI per hari tersebut,” ucapnya. Nasabah tidak perlu khawatir, BSI memastikan tabungan emas memiliki underlying asset terjaga.
Pihaknya memiliki cadangan emas Bekerjasama dengan Antam maupun Hartadinata. “Jadi kalau bicara orang buka tabungan emas misal 1 gram, maka hari itu juga kami harus ada stok 1 gram,” ucapnya.
Masyarakat yang ingin membuka tabungan emas juga semakin mudah. Tidak perlu harus punya uang dalam bentuk besar. “Namun cukup dari Rp 50 ribu saja sudah bisa buka tabungan emas,” tuturnya.
Selain simpanan emas, BSI memiliki tiga layanan bank emas lainnya. Mulai dari trading atau jual beli, gadai atau titipan emas, dan bisnis pembiayaan atau kredit.
Sehingga bagi yang memiliki emas batangan bisa dijaminkan untuk dapat kredit modal kerja atau investasi. Kini jaminan tidak hanya dalam bentuk rumah, mobil, dan mesin-mesin usahanya.
“Tapi bisa melalui emas untuk mendapat kredit. Nanti pembiayaan diangsur dari setahun atau sampai lima tahun,” ungkapnya. BSI menargetkan setiap cabang minimal mendapat 10 rekening tabungan emas per hari.
Sejauh ini, BSI Area Balikpapan mencatat transaksi Rp 31 miliar dari bank emas. “Kami optimis semakin tumbuh dengan lisensi bank emas dapat menjangkau berbagai latar belakang nasabah,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani