BALIKPAPAN - Sebanyak 61 usulan prioritas dari Kecamatan Balikpapan Selatan yang dirangkum dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027 untuk dibawa ketingkat Musrenbang Kota Balikpapan. Mayoritas usulan tersebut berfokus pada penanganan banjir yang hingga kini masih menjadi persoalan utama di wilayah tersebut.
Musrenbang Kecamatan Balikpapan Selatan dihelat, Selasa (27/1/2026) di Aula Kecamatan. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang bertujuan menjaring aspirasi masyarakat sesuai dengan potensi dan permasalahan yang ada di lingkungan kelurahan.
Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim menyampaikan 98 persen usulan dari warga dilingkungan kelurahan berupa pembangunan dan peningkatan drainase dalam penanganan banjir di Kecamatan Balikpapan Selatan.
“Sembilan usulan dari Kelurahan Gunung Bahagia, 12 usulan prioritas Kelurahan Sepinggan yang disisipkan pembangunan Gedung Serba Guna di kantor kelurahan yang mayoritas penduduknya padat namun sarana itu tidak ada. Selain itu ada 6 usulan dari Damai Baru, 8 prioritas di Damai Bahagia, Sepinggan Baru mengusulkan 10 skala prioritas pembangunan, sedangkan Sepinggan Raya 8 usulan dan 8 prioritas di Kelurahan Sungainangka,” jelas Hakim.
Usulan prioritas ini dirumuskan sesuai dengan aspirasi masyarakat dilingkungan RT di masing-masing kelurahan di Balikpapan Selatan dan berharap bisa direalisasikan untuk pembangunan Kota Balikpapan bebas banjir.
“Kami berharap usulan ini dapat terealisasi baik dari APBD Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim maupun pokok-pokok pikiran para Anggota DPRD Balikpapan dan Provinsi Kaltim, semoga ini menjadi solusinya,” ujarnya.
Ketua DPRD Provinsi Kaltim Hasanuddin Mas'ud menyebut terdapat tantangan dalam pengisian sistem informasi pembangunan daerah (SIPD) di Balikpapan. Meskipun ada urgensi untuk mendapatkan dana bantuan, masalah administrasi dan pembebasan lahan menghambat proses.
“Walaupun ini urgen atau sangat mendesak, kami secara aktual tidak akan bisa memberikan bantuan kalau di sistem SIPD nya tidak masuk. Nah ini yang menjadi masalah,” katanya.
Ia juga menjabarkan keberhasilan menggelontorkan bantuan keuangan sebesar 188 miliar khususnya di Balikpapan Selatan terdapat pembangunan yang mencapai angka 27,1 miliar yang sudah diturunkan.
“Mudah-mudahan dengan musrenbang ini penyampaian aspirasi dan pembangunan kedepannya tidak boleh hanya outputnya saja namun harus berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Yusri menyampaikan komitmen untuk mengawal usulan dari masyarakat, terutama terkait pembangunan di kecamatan. Mereka berencana untuk memasukkan usulan tersebut dalam penganggaran tahun 2027.
“Dan berharap kerja sama dari masyarakat dalam pengawasan dan pemeliharaan proyek yang akan dilaksanakan. Juga pada pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan dan pengawasan di lapangan,” katanya.
Bappeda Litbang Kota Balikpapan dihadiri Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Alih Janu Putra yang memaparkan capaian kegiatan yang telah dilaksanakan ditahun 2025 dan akan dilakukan di tahun 2026 diseluruh wilayah lingkungan kelurahan Kecamatan Balikpapan Selatan. (*)
Editor : Sukri Sikki