KALTIMPOST.ID-Belajar dari banyaknya kasus sengketa lahan, Pemkot Balikpapan menekankan pentingnya pengarsipan dokumen asli sebagai bukti sah di pengadilan.
Dalam pembukaan PKPKT 2026, Asisten I Tata Pemerintahan Sekkot Balikpapan Zulkifli menegaskan arsip yang tertata rapi adalah senjata utama dalam melindungi aset negara dari penyalahgunaan.
Sebagai informasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disputakar) Balikpapan menggelar Rapat Koordinasi Program Kerja Pengawasan Kearsipan Tahunan (PKPKT) dan Entry Meeting Pengawasan Kearsipan Internal Balikpapan Tahun 2026.
Zulkifli membuka acara yang berlangsung di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Selasa (3/2).
Dia menyebut, pengawasan kearsipan internal dilakukan oleh tim pengawasan kearsipan internal Balikpapan.
Terdiri dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Balikpapan bekerja sama dengan Inspektorat Balikpapan.
Pengawasan diberikan kepada 36 organisasi perangkat di lingkungan Pemkot Balikpapan.
“Jadi tidak ada yang tidak terawasi. Alhamdulillah semua OPD menjadi peserta pengawasan,” tuturnya.
Menurutnya pengawasan kearsipan untuk mewujudkan tertib arsip dengan potret mutu penyelenggaraan kearsipan.
“Pengawasan kearsipan di lingkungan Kota Balikpapan untuk menjamin keamanan arsip,” sebutnya.
Kemudian akuntabilitas instansi, kepatuhan terhadap kaidah arsip, serta standar kearsipan pengawasan.
Sehingga mampu memastikan penciptaan tertib arsip. “Nantinya melestarikan memori kolektif bangsa, mempermudah pencarian informasi, dan melindungi aset negara dari penyalahgunaan,” bebernya.
Dia berharap kegiatan itu bisa menjadi tahapan strategi optimalisasi pengawasan jangka panjang.
Mulai penyempurnaan kebijakan sesuai regulasi, arsip sesuai pedoman, mendukung peran pengawasan kearsipan.
“Baik dalam menjaga keberlanjutan sistem administrasi negara maupun melindungi arsip sebagai aset daerah dan aset nasional,” ungkapnya.
Sebagai Asisten I Sekkot Balikpapan, Zulkifli bercerita telah banyak memfasilitasi masalah tanah.
Khususnya terkait aset milik Pemkot Balikpapan yang bermasalah hukum dengan masyarakat.
Selama ini, ketika sudah menghadapi persoalan baru sangat terasa keberadaan arsip begitu penting. “Arsip menjadi kunci yang sangat menentukan aset bisa dipertahankan atau tidak,” ujarnya.
Dia beberapa kali mengalami hal ini di pengadilan. Bagaimana menunjukkan arsip asli sebagai bukti kepemilikan yang sah. Pihaknya bersama BKAD harus setengah mati mencari arsip.
“Tidak banyak orang cukup berhati-hati dengan arsip. Padahal itu sangat penting di masa mendatang,” sebutnya. Zulkifli mengajak semua pihak untuk tertib arsip.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli turut menyerahkan piagam penghargaan arsip terbaik.
Terbaik I Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Terbaik II Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD), dan Terbaik III Satpol PP. (rd)
Editor : Romdani.