KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Lonjakan penumpang angkutan laut pada arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, diprediksi tidak terlalu signifikan.
KSOP Kelas I Balikpapan memperkirakan pertumbuhan penumpang hanya mencapai 1 persen, seiring dengan kembalinya okupansi pesawat udara ke angka 100 persen.
Secara nasional, perkiraan lonjakan penumpang hanya sekitar 6 persen. Bahkan untuk Balikpapan kemungkinan penumpang tumbuh sangat tipis, hanya 1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala KSOP Balikpapan Capt Weku Frederik Karuntu mengatakan, faktor pertumbuhan yang minim karena melihat tingkat okupansi pesawat sudah kembali 100 persen. "Sepertinya karena penumpang beralih ke angkutan udara," katanya.
Mereka sudah melakukan mudik lebih awal sebenarnya. Prediksi tanggal 17-18 Maret puncak arus mudik di Balikpapan. Jadi penumpang sudah terurai lebih awal,” ungkapnya.
Apalagi dengan adanya cuti bersama dan work from anywhere (WFA). Menurutnya jumlah penumpang di pelabuhan tidak begitu signifikan karena sudah lebih awal mudik.
Pihaknya menjamin semua persiapan sebelum angkutan mudik sudah aman. “Kami ingin membuat masyarakat yang melaksanakan mudik merasa nyaman, aman, dan kita yakinkan mereka selamat sampai tujuan,” tuturnya.
Saat ini yang perlu diwaspadai terkait kondisi cuaca tidak menentu. Informasi dari BMKG harus selalu diperhatikan time to time.
“Kami menginformasikan kepada operator kapal bahwa bisa menunda keberangkatan sampai menunggu cuaca jadi baik dan aman untuk pelayaran,” bebernya.
Dia berpesan untuk para pemudik taat pada arahan operator kapal. Terutama saat kapal akan berangkat dan tiba. “Biasanya begitu mendekati lokasi tujuan euforianya penumpang sudah tinggi,” ucapnya.
Mereka bisa berbondong-bondong berdiri di satu sisi kapal dan akhirnya mempengaruhi stabilitas. Kemudian saat turun dari kapal, ikutilah instruksi-instruksi awak atau operator kapal.
Sehingga ketika proses naik maupun turun dari kapal tidak ada gangguan yang cukup mengkhawatirkan. “Jadi ikutilah aturan atau instruksi awak kapal,” tutupnya. (*)
Editor : Dwi Restu A