KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pelabuhan Semayang kembali menjadi ladang empuk bagi para calo nakal. Kali ini, petualangan Iwan dalam dunia tipu-tipu tiket kapal berakhir di tangan jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang. Pria tersebut diringkus polisi setelah tega menipu seorang calon penumpang hingga telantar berhari-hari di dermaga.
Modusnya klasik namun mematikan: menawarkan paket "all-in". Iwan menjanjikan pengurusan tiket kapal sekaligus pengiriman sepeda motor kepada korbannya, Hendri, yang hendak bertolak menuju Surabaya.
Peristiwa ini bermula pada Kamis malam (12/3) di kawasan Jalan Yos Sudarso. Dengan jurus rayuan maut, Iwan mematok tarif Rp 1,4 juta untuk jasa tersebut. Setelah tawar-menawar, disepakati angka Rp 1,25 juta. Korban yang percaya langsung menyerahkan uang tunai di tempat.
"Pelaku meyakinkan korban dengan membawanya menemui sopir truk yang katanya akan mengangkut motor tersebut ke Surabaya," ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang, Kompol Yusuf.
Sandiwara Iwan sempat berjalan mulus. Hendri bahkan sudah sempat naik ke atas truk bersama motornya. Namun, mimpi buruk dimulai dua hari kemudian. Sang sopir truk mendadak menolak melanjutkan pengiriman. Motor Hendri diturunkan paksa, dan sopir hanya mengembalikan uang Rp 750 ribu.
Nasib Hendri pun merana. Ia telantar di pelabuhan selama beberapa hari tanpa kepastian. Sementara itu, Iwan yang memegang sisa uang mendadak "hilang telan bumi" dan tak bisa dihubungi. Merasa dipermainkan, Hendri akhirnya melapor ke polisi.
Tak butuh waktu lama bagi korps berseragam cokelat untuk melacak keberadaan pelaku. Iwan diciduk di persembunyiannya di kawasan Jalan A. Wahab Syahrani, Batu Ampar. Saat digeledah, di sakunya hanya tersisa lembaran Rp 50 ribu.
Kepada penyidik, Iwan mengaku uang korban sudah ludes untuk kebutuhan pribadi dan setoran ke sopir. Namun, ada selisih keterangan yang mencurigakan. Iwan mengaku menyetor Rp 1 juta ke sopir, sementara fakta di lapangan menunjukkan sopir hanya menerima Rp 750 ribu. Diduga kuat, Iwan mengantongi "jatah preman" sebesar Rp 500 ribu dari tipu daya tersebut.
"Saat ini kami masih mendalami keterangan saksi-saksi, termasuk mengklarifikasi sopir truk yang terlibat guna memastikan peran masing-masing," tegas Kompol Yusuf. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo