BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui DKP3 berencana melakukan rehabilitasi besar-besaran terhadap lahan persawahan di wilayah Teritip tahun depan. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) seluas 58 hektare yang saat ini masih berupa vegetasi berat guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih mengatakan, total KP2B di Balikpapan seluas 98 hektare. Namun kondisi lahan yang siap ditanami dalam bentuk pematang sawah hanya 40 hektare.
Sedangkan 58 hektare masih berupa vegetasi-vegetasi berat. “Itu yang rencana secara bertahap akan dibersihkan agar lahan bisa dimanfaatkan lagi,” katanya. Ini dijadwalkan berjalan tahun depan.
Sementara untuk lahan pematang sawah yang ada, kini sudah masuk masa tanam. Meski ada rehabilitasi sawah, Yuyun menjelaskan produksi beras masih belum mampu memenuhi kebutuhan lokal.
“Tingkat ketergantungan pangan dari daerah lain cukup tinggi sekitar 90 persen. Bahkan kalau beras 100 persen,” ungkapnya. Artinya hasil panen dari lahan yang ada hanya sanggup untuk konsumsi petani sendiri.
Serta dibeli oleh Bulog untuk memperkuat cadangan beras pemerintah. Mengingat seluruh gabah maupun beras bisa dibeli oleh Bulog dengan harga mencapai Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP). “Petani sangat senang bisa dibeli oleh Bulog langsung,” imbuhnya.
Selain rehabilitasi sawah, DKP3 juga memberi penguatan kapasitas kelembagaan petani. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan cakupan produksi di Teritip. Sedangkan untuk program kegiatan lainnya menyesuaikan dengan kebutuhan.
Kalau peternakan sifatnya pembinaan kelembagaan kepada kelompok petani. Biasanya penguatan melalui peran penyuluh pertanian. Mereka memberi pendampingan kepada petani dan penguatan kelembagaan. "Petani yang semula tidak mampu dari sisi tata kelola pertaniannya, akhirnya menjadi mampu," tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki