KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Penyebab kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 dibeber jajaran Polda Kaltim. Mulai faktor kendaraan, profil pelaku, hingga waktu dan lokasi kejadian saling berkaitan dalam membentuk pola kecelakaan.
“Kendaraan roda dua masih menjadi faktor dominan dalam kecelakaan lalu lintas,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuri Insan. Ada 33 kejadian melibatkan sepeda motor, pada 2025 hanya 22. “Ada peningkatan,” imbuhnya.
Selain itu, peningkatan juga terjadi pada kendaraan roda empat. Mobil penumpang naik dari 5 menjadi 13 kejadian, sedangkan mobil barang dari 4 menjadi 8 kejadian. Hal ini menunjukkan bahwa risiko kecelakaan tidak hanya didominasi satu jenis kendaraan, tetapi meluas.
Sementara bentuk kecelakaan, paling banyak tabrakan depan-depan 10 kejadian, depan-belakang lima kejadian. Paling signifikan terjadi pada tabrakan depan-samping yang naik dari 2 menjadi 7 kejadian atau meningkat 250 persen.
“Data ini menunjukkan perubahan pola kecelakaan yang perlu menjadi perhatian dalam penanganan lalu lintas,” jelasnya. Pelaku kecelakaan didominasi pemegang SIM A yang meningkat dari 4 menjadi 9 kasus. Pengendara tanpa SIM tercatat sebanyak 12 kasus, sementara pemegang SIM C naik dari 1 menjadi 4 kasus.
Kelompok usia produktif menjadi penyumbang terbesar. Usia 41–45 tahun meningkat dari 3 menjadi 6 kasus, usia 46–50 tahun dari 1 menjadi 4 kasus, serta kelompok usia di atas 60 tahun yang sebelumnya tidak ada kini tercatat 2 kejadian.
Jika dilihat dari latar belakang pekerjaan, karyawan atau pekerja swasta mendominasi dengan peningkatan dari 8 menjadi 16 kasus. Hal ini mengindikasikan tingginya mobilitas kelompok pekerja sebagai salah satu faktor risiko kecelakaan.
“Kawasan permukiman menjadi lokasi paling rawan dengan 28 kejadian, meningkat dari 13 kasus pada tahun sebelumnya.” tuturnya. Kecelakaan di jalan nasional naik dari 6 menjadi 15 kejadian, serta di jalan kabupaten/kota dari 7 menjadi 12 kejadian. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo