KALTIMPOST.ID-TP-PKK Balikpapan kembali menggelar Lomba Aku Hatinya PKK tahun 2026 sebagai upaya mendorong ketahanan pangan keluarga berbasis lingkungan.
Penilaian dilakukan di berbagai kelurahan di enam kecamatan. Pada Senin (30/3), tim penilai mengunjungi Kelurahan Muara Rapak yang mewakili Kecamatan Balikpapan Utara.
Kunjungan tersebut disambut Camat Balikpapan Utara Umar Adi, Ketua TP-PKK Kecamatan Niniek Yanti Parhedi, serta Lurah Muara Rapak Bima Wibisono bersama jajaran TP-PKK setempat.
Penilaian difokuskan pada lima rukun tetangga (RT), yakni RT 49, 52, 54, 55, dan 56 yang berada dalam satu kawasan pembinaan.
Perwakilan Pokja III TP-PKK Balikpapan Iwan Barnowo menjelaskan indikator penilaian menitikberatkan pada pemanfaatan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Tanaman yang dibudidayakan antara lain cabai, tomat, dan terong. Selain itu, penilaian juga mengacu pada konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).
“Kami ingin melihat sejauh mana masyarakat mampu mengelola pekarangan menjadi sumber pangan sehat sekaligus bernilai ekonomi,” ujarnya.
Bima Wibisono menyampaikan program Kampung Toga di kawasan Klamono Muara Rapak telah berjalan hampir empat tahun.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga mendorong pengembangan produk turunan berbasis tanaman obat keluarga.
Menurutnya, terdapat peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, baik dari sisi partisipasi warga maupun inovasi yang dihasilkan.
Hal itu menunjukkan komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
“Ke depan, kami berharap pengembangan produk turunan bisa lebih optimal sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga,” katanya.
Berbagai produk lokal turut ditampilkan dalam penilaian, seperti mi bayam, puding, keripik, bolu, hingga minuman herbal berbahan telang.
Selain itu, warga juga menghadirkan inovasi berbasis daur ulang, seperti pemanfaatan minyak jelantah, oli bekas, hingga pengolahan plastik menjadi produk bernilai guna.
Melalui kegiatan ini, TP-PKK Kota Balikpapan tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga mendorong penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan lingkungan yang produktif sekaligus mendukung kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. (pms/pus/rd)
Editor : Romdani.