BALIKPAPAN - Komisi IV DPRD Kota Balikpapan meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan imunisasi dan kunjungan ke posyandu guna mengantisipasi kembalinya wabah campak di Indonesia. Selain menyasar bayi dan anak-anak, kesadaran imunisasi juga ditekankan bagi orang dewasa yang rentan terpapar virus melalui udara.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Lim mengatakan, masih rendahnya tingkat kunjungan ke posyandu di beberapa wilayah. "Bahkan di sejumlah titik, petugas Babinsa harus melakukan upaya jemput bola agar orang tua membawa anaknya ke posyandu untuk mendapatkan layanan kesehatan," ujarnya.
Dia menyarankan perlu edukasi kepada kaum ibu untuk membawa anak ke posyandu harus terus berjalan. Tidak hanya untuk imunisasi campak, tapi kesehatan secara umum. "Kami ingin posyandu dibuat lebih menarik agar masyarakat antusias datang," ujar Iim, Senin (30/3).
Pihaknya juga mengingatkan potensi penularan campak yang lebih tinggi selama momen libur Lebaran. Aktivitas kumpul keluarga dan kontak fisik seperti bersalaman atau mencium bayi menjadi jalur transmisi virus yang perlu diwaspadai.
Menurutnya, jika perlu silakan menggunakan masker kembali sebagai langkah antisipasi. "Kita harus hati-hati, terutama saat bertemu bayi, jangan sembarangan mencium karena kita tidak tahu siapa yang membawa virus," imbuhnya.
Meskipun petugas puskesmas dan posyandu memiliki keterbatasan personel dibandingkan jumlah penduduk. "Harapannya perlu partisipasi aktif masyarakat dapat menjadi kunci pencegahan," sebutnya.
Kemudian koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kasus usai libur Idulfitri. Hingga saat ini, Komisi IV DPRD Balikpapan terus memantau situasi lapangan sebelum menentukan langkah penanganan spesifik lebih lanjut bersama Dinas Kesehatan setempat. (*)
Editor : Sukri Sikki