BALIKPAPAN – Kehadiran Agustinus Jilah atau Panglima Jilah di Sekretariat Tim Produksi Film Dayak Kalimantan pada Jumat (10/4) siang, menambah kegembiraan. Pasalnya, pemimpin tertinggi Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) dari Suku Dayak Kanayatn itu membuktikan dukungan penuhnya terhadap pembuatan film kolosal “Dayak”.
Dalam kunjungannya, Panglima Jilah yang juga sebagai Eksekutif Produser ini mengaku sangat menyambut baik karya lokal tersebut. “Saya mendukung penuh teman-teman untuk bisa jalan ke sana kemari, berdiskusi dengan para tokoh dan bagaimana kita menyatukan Dayak lewat perfilman ini,” katanya.
Dia juga berpesan kepada masyarakat Dayak, bahwa film tersebut harus betul-betul ditujukan untuk mengangkat nama suku Dayak. Bukan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Di samping itu, banyaknya sub suku yang berada dalam lingkup suku Dayak, ia menyebut pentingnya berkoordinasi ke seluruh pihak. “Kami akan diskusi dulu, karena ini masih dalam ranah perbincangan ketemu tokoh-tokoh, nanti kami buat kesepakatan,” tambahnya.
Soal biaya produksi, dia menjelaskan bahwa pembuatan film ini tentu akan memakan biaya yang tak sedikit. Maka dari itu, pihaknya juga masih akan berunding.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hadirnya film ini sebagai wadah untuk melestarikan budaya. Dia juga berpesan kepada generasi muda, agar tidak meninggalkan identitas.
“Kamu boleh maju, kamu boleh tinggal di mana pun, tapi jati dirimu itu jangan pernah hilang. Karena manusia tanpa adat, tanpa budaya, tanpa tradisi, ibarat pohon tanpa akar,” tandasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani