BALIKPAPAN - Usai libur Lebaran, masyarakat mulai kesulitan mencari tiket pesawat. Selain karena keterbatasan penerbangan, terjadi kenaikan harga tiket pesawat.
Ini dipicu karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis avtur. Station Manager Lion Air Cabang Balikpapan Arif mengatakan, kenaikan avtur mencapai sekitar 80 persen dari sebelumnya.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik 2026, Dampak Fuel Surcharge dan PPN DTP Terbaru
Dia menambahkan, harga avtur naik hampir Rp 10 ribu per liternya. "Sementara BBM ini kurang lebih 40 persen sebagai cost operasional dalam satu penerbangan," ungkapnya.
Artinya biaya dari bahan bakar tidak bisa dikurangi karena elemen penting. Dia memastikan bukan tiket pesawat yang mengalami kelangkaan.
"Mungkin karena supply BBM butuh proses sedikit lebih lama karena efek Perang Timur Tengah," tuturnya. Menurutnya ada faktor yang lebih besar berkontribusi mengapa sulit mendapat tiket pesawat.
Dia menjelaskan, arus balik Lebaran belum benar-benar selesai. Walau secara kalender nasional, masa arus balik telah berakhir.
Baca Juga: Tak Kebagian Tiket Pesawat, Persiba Balikpapan Pulang Lewat Jalur Laut
Arif berpendapat, masyarakat masih banyak yang berangkat menggunakan kapal laut. Kemudian ketika pulang memilih pesawat karena harus mengajar waktu.
"Beberapa orang bisa tidak kebahagiaan karena memang sulit. Ini memang terjadi setiap tahun di area Kalimantan," ungkapnya.
Itu membuat pasca lebaran masih kesulitan mendapat tiket pesawat. Arif melihat kelangkaan tiket bukan karena pengaruh dengan kenaikan avtur.
"Tapi memang peminatnya yang banyak. Mungkin ada yang masih liburan dan lainnya," tuturnya. Sehingga masyarakat harus seperti ‘war’ atau rebutan tiket pesawat.
Editor : Muhammad Ridhuan