BALIKPAPAN – Memasuki usai ke-2 tahun Forum Sahabat Perempuan dan Anak (Sapa) Kota Balikpapan akan menggelar serangkaian kegiatan puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 pada Sabtu, 25 April 2026 mendatang.
Acara yang mengusung tema Sinergi Relawan Sapa, Perempuan Berdaya Anak Terlindungi ini direncanakan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Utara. Ketua Forum Sapa Balikpapan, Ns. Wiwik Handayani SKep, menyampaikan peringatan HUT ke-2 yang jatuh pada periode 15 April 2024 hingga 15 April 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen organisasi dalam mendampingi perempuan dan anak di kota Balikpapan.
"Kami ingin kehadiran Sapa benar-benar dirasakan masyarakat. Untuk itu, dalam perayaan HUT kali ini kami menyediakan berbagai layanan langsung yang menyentuh kebutuhan mendasar, terutama bagi ibu hamil dan pelaku UMKM binaan," ujar Wiwik.
Baca Juga: Anggaran Terbatas, Pemkot Balikpapan Didorong Gandeng Pemprov Kaltim Perbaiki Infrastruktur Jalan
Beragam kegiatan telah disiapkan, antara lain konsultasi gratis bersama dokter spesialis kandungan. Layanan ini terbuka bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi seputar kehamilan maupun persiapan menuju persalinan yang sehat.
Selain itu, Forum Sapa juga akan membagikan bahan pangan berupa telur omega kepada ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Tak hanya layanan kesehatan, acara HUT ke-2 Sapa juga akan menampilkan stan UMKM binaan dari wilayah Balikpapan Utara. Beragam produk unggulan yang merupakan hasil dari kegiatan pemberdayaan perempuan akan dipamerkan dan dijual kepada pengunjung.
"Ini adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya wacana. Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok UMKM Sapa sudah mampu menghasilkan produk-produk berkualitas," tambah Wiwik.
Ke depan, Forum Sapa bertekad untuk terus melanjutkan eksistensinya secara berkelanjutan. Wiwik menegaskan organisasinya akan konsisten menjalankan kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung pada penurunan angka stunting sejak dari ibu hamil, menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta mengakselerasi program pemberdayaan perempuan lainnya.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi. Perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan tugas satu lembaga, tapi tanggung jawab kita bersama," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki