KALTIMPOST.ID-Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi bagi perempuan di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan.
Kepala Puskesmas Margo Mulyo dr Dekrita Ria Hanani, MARS, memaknai semangat Kartini sebagai dorongan untuk menjadi pribadi yang tangguh sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, perjuangan perempuan masa kini tidak lagi sekadar menuntut kesempatan, tetapi bagaimana membuktikan kapasitas diri dalam menghadirkan solusi dan kontribusi nyata.
Nilai tersebut ia terapkan dalam kepemimpinan di puskesmas, dengan menekankan pelayanan yang adil, profesional, dan berorientasi pada empati.
“Perempuan harus mampu menjadi pribadi yang tangguh, bijaksana, dan memberi manfaat luas, baik di lingkungan kerja maupun keluarga,” ujarnya.
Dalam praktiknya, Dekrita menghadapi tantangan mengelola peran ganda sebagai pemimpin fasilitas kesehatan sekaligus ibu di rumah.
Ia menyebut, kunci menjaga keseimbangan terletak pada manajemen waktu, penentuan prioritas, dan komunikasi yang baik.
Ia mengaku, kepuasan terbesar muncul saat pelayanan kesehatan berjalan optimal, masyarakat merasa terbantu, dan tim bekerja solid. Namun, kebahagiaan tersebut semakin lengkap ketika ia tetap memiliki waktu berkualitas bersama keluarga.
“Pulang kerja dan bisa berkumpul dengan keluarga menjadi energi penting untuk tetap produktif,” katanya.
Dekrita menegaskan, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak terlepas dari kerja tim dan dukungan keluarga. Ia juga mendorong perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan keberanian mengambil peran strategis.
“Pemimpin bukan hanya soal jabatan, tetapi kemampuan memberi solusi, menginspirasi, dan peduli terhadap sesama,” pungkasnya. (pus/rd)
Editor : Romdani.