Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, 210 Pelajar Ponpes Al Azhar Dapat Edukasi SPAB dari BPBD Balikpapan

Maria Irham • Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB
Para pelajar Ponpes Modern Al Azhar melakukan simulasi memadamkan api dengan APAR. (FOTO MARIA/KP)
Para pelajar Ponpes Modern Al Azhar melakukan simulasi memadamkan api dengan APAR. (FOTO MARIA/KP)

KALTIMPOST.ID-Sebagai upaya membangun budaya tanggap bencana di lingkungan pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan menggelar sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al Azhar, Jalan Mulawarman, Teritip Balikpapan Timur, Senin (27/4).

Diikuti 210 pelajar SMP dan SMA serta para guru, kegiatan itu dibuka oleh Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Balikpapan Sholahuddin Malik serta Kepala SMP Al Azhar Ustaz M Zainul Muntagien. Kegiatan dibagi dalam dua sesi, yakni pemberian materi serta simulasi.

Sesi pertama kegiatan diisi dengan pemaparan materi tentang konsep SPAB, pengenalan risiko bencana, dan manajemen darurat di satuan pendidikan oleh BPBD Balikpapan. Peserta juga diajak memetakan potensi ancaman di lingkungan Pondok Pesantren Modern Al Azhar.

Sesi kedua dilanjutkan dengan simulasi memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR) serta dengan cara konvensional menggunakan goni/kain basah/selimut kebakaran (fire blanket).

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: REI Kaltim Siap Turun Telusuri Kasus Ratusan Korban Pembelian Rumah di Balikpapan Regency yang hingga Kini Belum Terbangun 

Seluruh warga sekolah ikut menyaksikan dan beberapa perwakilan siswa-siswi diberi kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan APAR dengan dipandu tim BPBD. 

Sholahuddin menyampaikan SPAB merupakan program prioritas untuk mewujudkan sekolah yang aman dan tangguh dari bencana. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman warga sekolah terhadap jenis ancaman bencana di lingkungan sekolah, khususnya kebakaran, banjir hingga tanah longsor. Selain itu untuk melatih keterampilan praktis siswa melalui simulasi menggunakan APAR jika terjadi kebakaran.

“Karena kita tidak tahu bencana itu kapan terjadi, maka untuk mengantisipasinya para siswa maupun seluruh warga sekolah mampu bertindak cepat dalam penanganan awal sebelum tim BPBD hadir ke lokasi,” ujarnya.

Dirinya juga berpesan agar pihak sekolah dapat membentuk tim tanggap darurat serta menyusun rencana tanggap darurat sekolah, jalur evakuasi, hingga titik kumpul.

“Setelah ini, kami harapkan Ponpes ini bisa menjadi sekolah tangguh bencana dengan menerapkan program SPAB sesuai Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019. Sekolahnya mandiri, bila terjadi suatu kejadian yang tidak diinginkan bisa diatasi lebih awal, tapi tetap kami selaku BPBD akan selalu berkolaborasi menjadi pendamping dalam hal penanggulangan kejadian bencana,” terangnya.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: REI Kaltim Soroti Kasus Balikpapan Regency, Keterlambatan Pembangunan Rumah Bertahun-tahun Dinilai Bukan Faktor Eksternal

Sementara itu, Ustaz M Zainul Muntagien memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BPBD Balikpapan dalam memberikan edukasi kepada siswa maupun pihak sekolah. Menurutnya melalui program SPAB sekolah jadi lebih siap dan paham apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

“Untuk teori sebenarnya kami sudah sering melakukan sosialisasi ke para siswa, namun untuk pelatihan langsung praktik langsung dan melibatkan BPBD baru pertama kali dilakukan,” ujar Zainul.

Ia menyebut pelatihan ini begitu penting karena sekolah harus menjadi tempat yang aman jika terjadi bencana, sehingga aktivitas belajar mengajar dapat berjalan lancar.

“Dengan ini kita bisa lihat para siswa-siswi bisa belajar penggunaan APAR atau dengan cara konvensional menggunakan kain basah dan Alhamdulillah rata-rata bisa semua,” terangnya. 

Lebih lanjut dia menegaskan, SPAB tidak berhenti di sosialisasi saja, pihak sekolah akan berupaya mengintegrasikan materi kebencanaan dalam pembelajaran, terus berkoordinasi dengan BPBD hingga membentuk budaya sadar bencana dengan membangun struktur organisasi penanggulangan bencana yang akan melibatkan seluruh pihak sehingga akan lahir kader bencana di sekolah. (mra/rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud #Kutai Barat #bpbd balikpapan