KALTIMPOST.ID-Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci penting dalam menghadapi potensi bencana, terutama di tengah perubahan iklim global yang semakin ekstrem.
Melalui Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan terus memperkuat pengetahuan masyarakat terkait mitigasi kebencanaan.
Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali melalui Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Balikpapan Sholahuddin Malik menjelaskan saat ini telah terbentuk relawan Katana di 34 Kelurahan.
Hadirnya Katana sebagai upaya agar masyarakat mampu melakukan penanganan dan penanggulangan bencana di wilayah masing-masing, khususnya di kelurahan, sebelum datangnya bantuan yang lebih besar.
“Mereka merupakan perpanjangan tangan BPBD Balikpapan dalam upaya tanggap darurat di wilayah kelurahan. Jadi jika terjadi bencana, sebelum tim BPBD tiba di lokasi, Katana yang menjadi garda terdepan untuk penanganan dini,” ujarnya.
Tugas mereka bukan hanya hadir saat terjadi bencana, tetapi memberikan pemahaman edukasi melalui sosialisasi tentang cara penanganan dan penanggulangan bencana.
“Misalnya bagaimana cara penanganan bencana kebakaran awal atau menyampaikan informasi terkait dengan kondisi bencana atau curah hujan kepada warganya,” sebut Sholahuddin.
Ketua Katana Gunung Sari Ulu Balikpapan Tengah Handa Ivan Humardhani menjelaskan, berbagai program telah dilakukan relawan Katana di wilayahnya.
Pihaknya katanya terus melakukan sosialisasi kesiapsiagaan tanggap bencana yang menyasar seluruh RT. Terbaru, sosialisasi digelar di RT 25, 26, dan 27 Kelurahan Gunung Sari Ulu pada 23 April lalu.
Dalam sosialisasi tersebut Handa Ivan menyebut, pihaknya memberikan berbagai materi mulai simulasi penanganan kebakaran akibat kebocoran gas, pelatihan memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), penggunaan fire blanket atau selimut api hingga memberikan pengarahan kepada masyarakat terkait mitigasi bencana dan membiasakan warga agar tidak panik.
“Selain penanganan gas bocor, kami juga turut memberikan pelatihan CPR atau pertolongan pertama pada kasus henti napas atau jantun. Itu adalah pengetahuan dasar yang harus dipahami setiap warga bila nantinya menemukan kasus seperti ini, untuk mencegah kerusakan organ vital sebelum bantuan medis tiba,” jelas Handa Ivan, Selasa (28/4).
Dirinya pun menargetkan akan membentuk Emergency Response Team di semua RT di Kelurahan Gunung Sari Ulu. “Jadi bila bencana terjadi di daerah ini, tim ini akan dengan sigap melakukan berbagai hal seperti sterilisasi lokasi, evakuasi, pengamanan hingga penanganan logistik. Tim ini tentu sangat penting untuk membantu BPBD melaksanakan tugas dengan cepat,” bebernya.
Bukan hanya itu, tambah Ivan, saat ini Katana Gunung Sari Ulu telah membuat peta titik rawan bencana, yang dibantu oleh mahasiswa KKN. “Ke depan kami juga akan membentuk Kencana (Kecamatan Tangguh Bencana) yang merupakan gabungan dari enam kelurahan di Balikpapan Tengah,” tambahnya.
Selain sosialisasi, sebagai upaya kesiapsiagaan, dalam kegiatan itu pihaknya juga turut membagikan 41 tabung APAR 6 kilogram, 1 fire blanket (selimut api), satu paket P3K, 1 rompi kebencanaan yang diserahkan ke 41 RT di Kelurahan Gunung Sari Ulu.
“Kami berharap dengan semua langkah ini dapat semakin membantu pemerintah meminimalisasi terjadinya bencana di wilayah ini,” pungkasnya. (mra/rd)
Editor : Romdani.