KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Masalah kelangkaan solar di Balikpapan kembali memanas. Hari ini (4/5), massa dari sopir truk dan PMII menggelar orasi di depan kantor DPRD Balikpapan menagih janji wakil rakyat.
Dengan membawa puluhan armada truk, mereka mendesak pemerintah segera mengevaluasi distribusi solar yang memaksa sopir antre panjang hingga Kilometer 15.
Orasi demo sopir truk atas kelangkaan solar di Balikpapan mulai berlangsung pukul 14.30 Wita, Senin (4/5). Ruas Jalan Jenderal Sudirman telah ditutup total atas aksi tersebut.
Ketua Cabang PMII Balikpapan Hijir Ismail Aziz memimpin aksi mengatakan, tuntutan mereka jelas karena masalah kelangkaan solar tidak berakhir.
Kini sopir harus antre panjang di Kilometer 13 dan Kilometer 15 untuk mendapatkan solar. Pihaknya ingin tanya masalah utama yang mendasari masalah tahunan tersebut.
Sementara sopir truk dan PMII kerap turun ke jalan seperti yang terbesar pada 2022. "Jangan sampai sudah susah payah dihadang berkali-kali. Apa ini bagian dari upaya pembungkaman," kata Jenderal Lapangan Aksi tersebut.
Sebelumnya peserta unjuk rasa mengaku sempat mengalami penghadangan menuju lokasi demo. Mulai dari titik di depan Bandara SAMS Sepinggan, simpang Balikpapan Permai, Lapangan Merdeka, dan sebagainya.
Baca Juga: Guru dan Tenaga Honorer Pendidikan di Kutim Demo, Tuntut Kepastian Status dan Prioritas P3K 2026
"Kami datang bersama para sopir dengan damai menyuarakan tuntutan kami. Ini ekspresi kekecewaan kepada pemerintah karena pejabat tidak ada yang turun melakukan evaluasi," tuturnya.
Dia mendesak agar pihak bertanggung jawab memperhatikan nasib sopir. Terkadang harus menginap di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak.
"Mohon hadir dan rasakan penderitaan kami. Kalau bapak bilang Aku adalah Rakyat, jangann cuma jadi simbol semata. Kami menagih janji wakil rakyat," tandasnya. (*)
Editor : Duito Susanto