KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tingkat kerawanan peredaran narkoba di Kaltim makin tinggi. Untuk itu Polda Kaltim melakukan langkah-langkah pengawasan, termasuk penindakan hukum tegas.
Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, polda dan jajaran melakukan pemantauan dan penyelidikan. “Jajaran terus memantau wilayahnya terkait peredaran dan penyalagunaan narkoba,” tuturnya.
Berdasarkan evaluasi serta pengungkapan dilakukan Polda Kaltim dan jajaran, wilayah Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Berau dan Kutai Timur menjadi atensi untuk ditingkatkan pengawasan.
Baca Juga: Jelang Aksi Sopir Truk, Gegana Brimob Siaga di Pertamina Balikpapan, Ini Misi Pengamanannya
Romylus melakukan pemantauan dan penyelidikan di lima kota tadi karena dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, baik sebagai jalur distribusi maupun lokasi peredaran narkotika.
Tingginya peredaran narkoba tidak terlepas dari posisi strategis daerah yang kerap menjadi jalur distribusi. Selain itu, beberapa kawasan juga dianggap memiliki potensi pasar yang cukup besar bagi jaringan pengedar.
Dalam praktiknya, jaringan peredaran narkoba juga terus mengembangkan berbagai cara untuk menghindari pengawasan aparat. “Salah satu modus yang ditemukan adalah perubahan kemasan sabu yang sebelumnya kerap disamarkan menggunakan bungkus teh hijau,” ungkapnya.
Baca Juga: Kapolda Kaltim Blak-blakan! Ini Peran Krusial Koperasi bagi Kesejahteraan Anggota Polri
Kini, sebagian sabu ditemukan menggunakan kemasan baru dengan logo tikus. Pergantian kemasan tersebut diduga menjadi strategi para pelaku untuk mengelabui petugas sekaligus mempersulit proses identifikasi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo