BALIKPAPAN – Muhammad Reyhan Pratama, bayi berusia 9 bulan asal Balikpapan akhirnya berhasil menjalani operasi penting. Buah hati Arif Pratama ini didiagnosis menderita kelainan Undesensus Testis (UDT) Bilateral.
Sebelumnya, Reyhan mengalami kondisi kedua testisnya gagal turun ke dalam skrotum. Tindakan operasi mendesak dilakukan di RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan guna menghindari risiko kemandulan hingga kanker testis di masa depan.
Sang Ayah, Arif Pratama, mengaku sempat terkendala biaya karena pekerjaannya sebagai kurir memiliki penghasilan yang tidak menentu. Selain itu, prosedur medis tersebut tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
”Penghasilan saya tidak tentu, kalau ada barang baru jalan. Kami sempat bingung karena biaya perawatan belum lunas,” ujarnya kepada awak media. Dalam masa sulit ini, Baznas Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hadir membantu.
Baca Juga: Tingkatkan Akses Air Bersih, Bupati PPU Targetkan Cakupan 80 Persen dalam Dua Tahun
Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan menegaskan, bantuan tersebut merupakan realisasi dari program kesehatan untuk masyarakat kurang mampu. Dana yang disalurkan merupakan amanah dari para pembayar zakat (muzaki).
Pihaknya membantu pasien yang tidak mampu secara materi sesuai rekomendasi dari RSKD. “Ini adalah bentuk sinergi kami untuk memastikan tidak ada warga yang terkendala biaya saat membutuhkan pelayanan kesehatan darurat,” katanya.
Awalnya, Reyhan direkomendasikan untuk menjalani tindakan medis di Samarinda. Namun karena keterbatasan biaya akomodasi, keluarga memutuskan untuk tetap melakukan perawatan di Balikpapan.
Sehingga bantuan dari Baznas Kaltim cair untuk melunasi biaya operasi di RSKD. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp 13 juta untuk melunasi seluruh biaya perawatan.
Saat ini, kondisi Reyhan telah berangsur membaik dalam masa pemulihan pasca-operasi. Tim medis memperkirakan fungsi organ vital bayi tersebut dapat kembali normal sepenuhnya.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan masyarakat yang dititipkan melalui Baznas Kaltim. Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” pungkas Arif.
Bukti kekuatan zakat mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan kemanusiaan di Kaltim. Serta memberi harapan baru bagi masa depan generasi bangsa seperti bayi Reyhan. (*)
Editor : Sukri Sikki