Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspada! Ratusan Jamaah Haji Ilegal Dicegah Berangkat, Menteri Gus Irfan: Bakal Terlunta-lunta di Arab Saudi

Dina Angelina • Selasa, 12 Mei 2026 | 11:46 WIB
Suasana khidmat pelepasan rombongan jamaah haji Kota Balikpapan Tahun 1447 H/2026 M di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

 
Suasana khidmat pelepasan rombongan jamaah haji Kota Balikpapan Tahun 1447 H/2026 M di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center. (ANGGI PRADITHA/KP)    

 

​BALIKPAPAN - Pemerintah mulai bertindak tegas terhadap praktik haji non-prosedural. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), mengungkapkan hampir 100 orang berhasil dicegah keberangkatannya karena nekat menggunakan visa ilegal.

Tak hanya gagal masuk Makkah, jamaah yang tetap memaksakan diri berangkat dipastikan terlunta-lunta dan menghadapi konsekuensi hukum. Mengatasi praktik haji ilegal, pemerintah membentuk satgas khusus bersama Imigrasi dan Polri.

Kinerja satgas mulai membuahkan hasil. Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, total sudah hampir 100 orang berhasil dicegah yang akan berangkat dari berbagai bandara di Indonesia.

Mereka terindikasi menggunakan visa non-haji. “Mereka menggunakan visa bukan untuk haji dan dipastikan akan terlunta-lunta di sana jika tetap berangkat. Mereka tidak akan bisa masuk ke Makkah, apalagi Arafah,” kata Gus Ifan saat berkunjung ke Embarkasi Haji Balikpapan, Senin (11/5).

Apalagi berkaca dari pengalaman, tak sedikit jamaah Indonesia tertahan di Madinah dan Jeddah. Sehingga mereka tidak bisa masuk ke Makkah. Walhasil tahun ini, pemerintah memperketat pengawasan sejak dari hulu.

Gus Irfan mengimbau agar masyarakat tidak tergoda tawaran berangkat haji tanpa antrean. Biasanya modus ini hadir dengan tawaran biaya haji murah tanpa antrean. 

Tentu sebagian besar penyedia jasa adalah travel tidak resmi. Kementerian Haji dan Umrah terus berupaya memberi edukasi kepada masyarakat agar tidak tergoda pada tawaran haji jalur tak resmi tersebut.

“Kasus pelanggaran keberangkatan ini akan diselesaikan melalui jalur hukum di Kepolisian. Bagi travel resmi yang kedapatan bermain, sanksi tegas akan kami berikan,” tuturnya.

Baca Juga: Ratusan Siswa Se-Kutai Barat Unjuk Bakat di FLS3N

Selain itu, Gus Irfan mengakui keberadaan dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap karena diduga mengorganisir haji ilegal. Mereka nekat memasang iklan jasa haji tanpa kuota secara terbuka alias ilegal.

“Saya imbau jangan lakukan ini karena merugikan jemaah dan diri sendiri. Jika ditangkap, kita semua terdampak dan kesulitan,” tegasnya.

Sementara dalam kunjungan ke Balikpapan, Gus Irfan memastikan operasional di Embarkasi Haji berjalan optimal. Dia mengapresiasi atas tindakan efisiensi waktu pelayanan dan prioritas bagi jemaah lansia.

Baca Juga: BI Kaltim Dorong UMKM Halal Tembus Pembiayaan Rp 3,27 Miliar

Menurutnya usai peninjauan, semua persiapan keberangkatan haji telah berjalan sesuai harapan. Terutama pelayanan jamaah lansia lebih diutamakan sesuai arahan sebelumnya.

“Alhamdulillah semua lancar, meski tetap ada celah kecil untuk evaluasi. Itu sudah saya sampaikan tadi kepada tim di lapangan,” tandasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#gus irfan #jamaah haji #balikpapan #ilegal