KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Panitia SDM Polda Kaltim menggelar seleksi penerimaan polri. Saat ini calon bintara mulai memasuki tahapan tes akademik dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Tahapan seleksi dipastikan digelar secara transparan dan diawasi ketat untuk memastikan proses berjalan objektif serta profesional. Tes pengetahuan umum tersebut di tiga lokasi yakni SMK 4 Balikpapan, SMA 8 Balikpapan, dan SMP 1 Balikpapan.
Seluruh rangkaian kegiatan turut dipantau oleh pengawas internal maupun eksternal guna menjamin pelaksanaan seleksi sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Ujian dibagi tiga gelombang. Dimulai pukul 09.00 Wita, ada 218 peserta mengikuti tes dengan rincian 182 peserta pria dan 36 peserta wanita.
Seluruh peserta pada sesi pertama dinyatakan hadir lengkap. Pada gelombang kedua pukul 11.00 Wita, 227 peserta mengikuti ujian dari total 228 peserta yang terdaftar.
Satu peserta pria dilaporkan mengundurkan diri sebelum pelaksanaan tes berlangsung. Gelombang ketiga pukul 12.00 Wita, 228 peserta kembali mengikuti tes akademik dengan rincian 194 pria dan 34 wanita, serta seluruh peserta hadir lengkap.
“CAT Akademik tersebut, panitia mencatat nilai tertinggi diraih peserta mencapai angka 96, sedangkan nilai terendah berada di angka 28,” ungkap Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto.
Seluruh tahapan seleksi penerimaan Bintara Polri dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. “Penerapan sistem CAT untuk meminimalisir potensi kecurangan sekaligus meningkatkan transparansi hasil ujian,” jelasnya.
Baca Juga: Libur Panjang Lagi, Berikut Jadwal Tanggal Merah Setelah Kenaikan Yesus 2026
Dengan sistem tersebut, peserta dapat langsung mengetahui hasil nilai yang diperoleh setelah tes selesai dilakukan. “Kami memastikan seluruh proses seleksi berjalan objektif, profesional, dan transparan. Setiap tahapan diawasi secara ketat agar seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama dan adil,” bebernya.
Keterlibatan pengawas eksternal menjadi bagian penting dalam menjaga integritas proses seleksi penerimaan anggota Polri di lingkungan Polda Kaltim.
Polda Kaltim berharap pelaksanaan seleksi yang terbuka dan akuntabel ini dapat menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki kompetensi yang baik untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo