BALIKPAPAN – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara dialog dan silaturahmi yang digelar oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Gunung Bahagia. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan antara warga, perangkat kelurahan, para legislator DPRD Balikpapan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Turut hadir dalam forum tersebut para wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Balikpapan Selatan. Di antaranya Ketua Komisi III DPRD Balikpapan H Yusri, Budiono, Wahyullah Bandung, dan Laisa. Dari unsur pemerintah, hadir Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Muhammad Yusri Ramli, perwakilan DKUMKMP, serta jajaran Kelurahan Gunung Bahagia.
Tidak ketinggalan, Ketua Asosiasi DPD LPM Kota Balikpapan, Damanhuri, juga turut memeriahkan acara. Dialog silaturahmi ini membuktikan kolaborasi antara warga, kelurahan, LPM, RT, dan Koperasi Merah Putih mampu menghasilkan gagasan-gagasan untuk kemajuan bersama Gunung Bahagia.
Ketua LPM Gunung Bahagia, Muhammad Ramli menyampaikan bahwa kegiatan ini pada intinya bertujuan membangun wilayah Gunung Bahagia menjadi lebih baik lagi.
"Kami ingin menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat, pemerintah, dan anggota DPRD, sekaligus menumbuhkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat," ujar Ramli.
Baca Juga: Ketua FK PKBM Kaltim Tegaskan Legalitas Ijazah Paket A, B, dan C Setara Formal
Ia menambahkan bahwa pihak LPM juga fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, mulai dari ekonomi kreatif hingga kegiatan sosial. "Warga yang belum bekerja kami berdayakan, ada yang menjadi tukang parkir. Ini langkah nyata mengurangi angka pengangguran di Balikpapan," jelasnya.
Andi Muhammad Yusri Ramli, yang juga Ketua Pengurus Badan Pengelola Balikpapan Islamic Center (BIC), berharap partisipasi aktif semua pihak untuk meramaikan kawasan BIC agar dapat berfungsi secara optimal sebagai tujuan bersama.
"Masjid ini dibangun tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga wadah peningkatan perekonomian dan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk olahraga," ungkapnya.
Diskusi berjalan hangat dan interaktif. Amir Natroji, Ketua PPATBM sekaligus penggiat olahraga di Gunung Bahagia, menyampaikan permohonan agar renovasi Lapangan Gubah yang belum terealisasi dapat segera dilakukan. "Kami berharap lapangan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan olahraga warga," pintanya.
Menanggapi hal tersebut, H Yusri menyatakan bahwa lapangan tersebut harus berguna untuk semua kalangan. "Nantinya kembali ke anggaran. Saat ini ada tiga program prioritas presiden yang menyebabkan pergeseran anggaran," jelasnya.
Wahyullah Bandung menambahkan bahwa Lapangan Gubah tidak akan dibangun menjadi mini soccer biasa, melainkan lapangan olahraga terpadu. "Bukan hanya sepak bola, bisa untuk bulu tangkis. Renovasi akan melibatkan RT dan organisasi lainnya. Lapangan diperbaharui, hutan kota juga dipercantik," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 40, Ridwan, mengangkat persoalan banjir di kawasan BJBJ. Forum juga membahas berbagai isu lain seperti fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), hingga penanganan banjir.
Hadi Suwito turut menyoroti masalah persampahan mengingat wilayah Gunung Bahagia menjadi pilot project penanganan sampah di Kota Balikpapan. (*)
Editor : Sukri Sikki