KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di wilayahnya aman dari sisi kesehatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim di berbagai titik penjualan, belum ditemukan kasus menjelang perayaan Iduladha.
“Hingga kini tidak ditemukan hewan kurban yang menunjukkan gejala penyakit infeksius,” kata Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih. Dia mengimbau, masyarakat juga selektif dalam memilih hewan kurban.
Hal yang paling mudah dengan membeli hewan kurban yang memiliki stiker kesehatan hewan. Sebagai tanda bahwa hewan kurban ini sudah lolos pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: SPMB Samarinda Siap Digelar, Disdikbud Tegaskan Tak Ada Toleransi Praktik Curang
“Secara umum hewan sehat tentu hewan yang bisa terlihat secara fisik normal. Jalannya tidak pincang, cuping hidungnya tampak basah, bulu tidak kusam, tidak kurus,” ungkapnya.
Sedangkan untuk menyesuaikan syariat memang perlu ditambahkan syarat tidak cacat. Termasuk buah zakar yang lengkap dan simetris. “Serta sudah dewasa ditandai dengan gigi yang sudah poel atau ganti gigi,” tuturnya.
Dia menyarankan agar masyarakat dapat memilih hewan kurban dari tempat penjualan yang sudah mendapatkan izin resmi. Demi kesehatan, kelayakan, dan kenyamanan bersama.
Sebelumnya Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 juga sudah memberikan kegiatan sosialisasi pemotongan hewan kurban. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Jush-Nu Balikpapan.
Baca Juga: Cegah “Domisili Dadakan” Saat SPMB, Disdukcapil Samarinda Siap Perketat Verifikasi Kependudukan
Berlokasi di Masjid Manuntung Marga Sari dan Masjid Raudhatul Ibadah Gunung Bahagia. Sosialisasi ini disampaikan kepada panitia pelaksanaan pemotongan hewan kurban.
Hal ini sejalan dengan amanat Wali kota yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 500.71/1120/E/SETDA tentang pelaksanaan kurban dan pemotongan hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal.
“Sosialisasi rutin dilakukan menjelang Idul Adha sebagai upaya kami meningkatkan jaminan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat,” ucapnya. Khususnya di wilayah Balikpapan terjamin aman, sehat, utuh dan halal. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo