BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan menerima bantuan ribuan unit sarana digitalisasi pendidikan dan paket revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Seperti revitalisasi gedung satuan pendidikan 2025-2026 sebanyak 10 paket. “Sistemnya kita menyampaikan permohonan agar sekolah bisa mendapat revitalisasi. Mudah-mudahan tahun depan bantuan bisa bertambah,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ajukan Rp 14 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah
Harapannya bantuan dari pusat ini bisa menyentuh untuk 50 satuan pendidikan di Kota Minyak. Sehingga tidak hanya berharap dari dana pemerintah daerah yang sekarang mengalami efisiensi.
Namun, ada harapan bagi sarana pendidikan dapat terbantu melalui Kemendikdasmen. Selain revitalisasi sekolah, bantuan pemerintah pusat juga diberikan dalam bentuk digitalisasi pendidikan.
Di antaranya, pemberian papan interaktif display 423 unit, laptop 423 unit, hardisk eksternal 423 unit. “Total 1.261 unit pada tahun 2025 sudah disalurkan,” imbuhnya.
Baca Juga: Evaluasi Dua Bulan WFH dan WFO Berjalan, Efisiensi Tembus 800 Juta
Rahmad berharap melalui kunjungan ini, sinergi antara pemerintah pusat dan Balikpapan semakin erat. Terutama mengakselerasi digitalisasi pembelajaran dan pemenuhan sarana prasarana sekolah.
“Sehingga standar pendidikan di Balikpapan benar-benar berkelas dunia,” ucapnya. Dia menambahkan, Balikpapan tengah gencar melaksanakan program wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah (SD).
Itu diatur melalui Peraturan Wali Kota Nomor 24 Tahun 2025. “Sebagai langkah nyata memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, mulai dari prasekolah hingga menengah,” katanya.
Dia berterima kasih atas bantuan senilai Rp 100 juta rupiah dari pemerintah pusat untuk mendukung program tersebut. Dia menegaskan pendidikan merupakan program prioritas Pemkot Balikpapan.
Perhatian diberikan dengan program seragam gratis bagi siswa PAUD, SD, dan SMP. Total 3 stel baju untuk setiap siswa. Yakni seragam nasional, seragam pramuka, dan seragam batik Balikpapan.
Kemudian pemerataan dan kemudahan aksesibilitas pendidikan berupa pembangunan unit sekolah baru. Sejak 2022-2026, Pemkot Balikpapan membangun 6 unit sekolah baru jenjang SMP, 1 SD, dan 1 PAUD.
“Ada sekitar 497 paket revitalisasi rehab sekolah dalam kurun waktu 2022-2026,” tuturnya. Serta menjalin kerja sama dengan satuan pendidikan swasta dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) sejak 2025 hingga kini. (*)
Editor : Sukri Sikki