KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Ratusan peserta yang mengikuti tahapan seleksi penerimaan terpadu di Polda Kaltim, hanya sebagian kecil yang berhasil melangkah ke tahap berikutnya, yakni Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II.
Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) menggelar Sidang Penentuan Masuk Rikkes Tahap II bagi calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, serta Tamtama Polri.
Sidang dipimpin langsung oleh Karo SDM Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Irvan Prawira Satyaputra selaku Ketua Pelaksana.
Kegiatan turut dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, Irwasda Polda Kaltim sebagai Ketua Tim Pengawas, panitia seleksi, tim pemeriksa dan penguji, serta unsur pengawas internal dan eksternal.
Baca Juga: Ditresnarkoba Polda Kaltim Gandeng Dinkes, Tahanan Kasus Narkoba Kini Jadi Perhatian Khusus
Berdasarkan hasil sidang, 739 peserta mengikuti tahapan seleksi, terdiri atas 637 peserta pria dan 102 peserta wanita.
Dari jumlah tersebut, hanya 137 peserta yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan berhak melanjutkan ke Pemeriksaan Kesehatan Tahap II. Sementara 602 peserta lainnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Untuk jalur Taruna dan Taruni Akpol, tercatat enam peserta berhasil lolos dari total 37 peserta yang mengikuti tahapan seleksi.
Sementara pada formasi Bintara PTU berkualifikasi SPKT yang menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbesar, sebanyak 91 peserta berhasil melanjutkan ke tahap berikutnya dari total 626 peserta.
Baca Juga: Calon Taruna Akpol Jalani Rikkes Tahap II, Ini Deretan Tes Kesehatan yang Harus Dilewati
Selain itu, peserta yang lolos juga berasal dari sejumlah formasi khusus lainnya, seperti Bintara Intelijen, Bintara Polair, Bakomsus Humas, Bakomsus Perikanan, Bakomsus Akuntansi, Bakomsus Teknik Sipil, Bakomsus Penyidik, Bintara Rekpro, Tamtama Brimob, hingga Tamtama Polair.
“Apel pengecekan peserta dan dilanjutkan dengan berbagai tahapan administrasi serta pemaparan hasil seleksi,” ungkap Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto.
Proses pembobotan dan perangkingan dilakukan secara terbuka sehingga seluruh peserta dapat mengetahui hasil yang diperoleh secara objektif. Peserta yang berhasil lolos merupakan mereka yang mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan melalui proses seleksi yang ketat dan berjenjang.
“Seleksi dilakukan secara objektif dan transparan. Para peserta yang berhasil melangkah ke tahap berikutnya diharapkan terus mempersiapkan diri agar dapat mengikuti seluruh rangkaian seleksi dengan optimal,” paparnya.
Polda Kaltim memastikan seluruh proses penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 berlangsung secara kredibel dengan pengawasan dari berbagai unsur.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga integritas seleksi sekaligus memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta yang berkompetisi menjadi bagian dari institusi Polri. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo