KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, berbagai elemen masyarakat dan stakeholder di Balikpapan bersinergi melaksanakan aksi peduli lingkungan.
Kegiatan yang mengusung tema global "Saatinya Bekerja untuk Iklim" ini berfokus di Perumahan Pesona Mangrove RT 16, Kelurahan Kariangau, Rabu (10/6).
Kolaborasi ini melibatkan Bank Sampah Induk Kota Hijau Balikpapan, SMP Negeri 16 Balikpapan, dan PT Petrosea. Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal) Kalimantan, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak; Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Kelurahan Kariangau, Puskesmas Kariangau serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.
Baca Juga: Waspada Calo! Disdikbud Jamin SPMB Balikpapan 2026 Bebas Titipan dan Gratis
Dalam sambutan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal) Kalimantan Fitri Harwati, menegaskan bahwa persoalan pengelolaan sampah masih menjadi faktor krusial yang memperparah krisis iklim.
"Kita semua harus menyadari bahwa kondisi tempat pemrosesan akhir (TPA) saat ini mayoritas telah mengalami kelebihan beban. Ini bersumber dari kebiasaan lama yaitu 'kumpul, angkut, buang', di mana sampah tidak terpilah dan berujung pada penumpukan yang menghasilkan emisi gas metana," ujarnya.
Wikana Peterson, General Services & External Relation Superintendent PT Petrosea, menyampaikan bahwa aksi bersih-bersih lingkungan ini merupakan bentuk kepedulian nyata perusahaan terhadap lingkungan hidup dan dunia pendidikan.
"Harapannya ke depannya, aksi-aksi yang terkait dengan pelestarian lingkungan hidup dan alam ini dapat terus dijalankan oleh PT Petrosea dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan atau korporat lainnya," harapnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 16 Balikpapan, Sumarno, menjelaskan kegiatan di luar lingkungan sekolah itu untuk menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan yang lebih luas, melibatkan warga sekolah dan warga perumahan.
"Lingkungan adalah warisan untuk generasi mendatang. Ini adalah tempat tinggal kita, dan tanggung jawab menjaga lingkungan ada di tangan kita bersama. Kami berharap melalui kegiatan ini, warga sekolah dapat menunjukkan kecintaan terhadap alam dan berkontribusi menjaga kelestariannya demi anak cucu kita," pesan Sumarno.
Setelah rangkaian seremoni kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan perumahan dan sekitarnya. Puluhan siswa-siswi SMP Negeri 16 Balikpapan bersama warga setempat terlihat antusias memungut sampah-sampah yang berserakan. Sebagai bentuk evaluasi dan edukasi, seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian ditimbang beratnya.
Tidak hanya bersih-bersih, acara tersebut juga dirangkai dengan kegiatan penanaman 19 pohon. Jenis pohon yang dipilih merupakan kombinasi antara pohon peneduh dan pohon buah-buahan, antara lain pohon Ulin, Tanjung, pohon jambu, Matoa, hingga Rambutan. (*)
Editor : Duito Susanto