KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Aktivitas pergerakan penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, mengalami penurunan signifikan dari rata-rata 14.000 hingga 15.000 orang per hari menjadi 9.000 sampai 11.000 orang per hari.
Penyebab utama penurunan karena lonjakan harga tiket pesawat yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar (avtur). Rata-rata kenaikan harga tiket berkisar Rp 700.000 hingga Rp 800.000 per orang.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R Iwan Winaya Mahdar, menjelaskan tarif untuk rute Balikpapan–Jakarta yang semula berkisar Rp 1,1 juta, kini melonjak ke angka Rp 1,7 juta hingga Rp 2 juta.
Baca Juga: Sudah Tampak Megah dari Luar, Kapan Gedung Baru DPRD Balikpapan Mulai Ditempati? Ini Bocorannya!
Kenaikan serupa juga melanda pada rute padat lainnya seperti tujuan Surabaya dan Yogyakarta yang selama ini menjadi favorit dari Katim. Atas kondisi ini, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi.
“Kebijakan penetapan harga tiket sepenuhnya berada di tangan maskapai penerbangan,” tuturnya. Kini dampak dari tingginya tarif angkutan udara ini membuat sebagian masyarakat mengalihkan moda transportasinya ke jalur laut.
Berdasarkan data pergerakan, tercatat adanya lonjakan penumpang di pelabuhan sebesar 30-40 persen. “Arus penumpang di Bandara SAMS Sepinggan saat ini didominasi oleh pelaku perjalanan dinas dan pekerja industri,” bebernya.
Baca Juga: Lebih Aman dari LPG, DPRD Balikpapan Desak Pusat Segera Tambah Kuota Jargas Rumah Tangga
Iwan menjelaskan, komponen biaya avtur memegang peranan paling besar dalam operasional penerbangan yakni mencapai sekitar 40 persen dari formulasi harga tiket. Sehingga grafik harga tiket sangat bergantung pada fluktuasi harga bahan bakar.
Harga avtur mengalami lonjakan tajam dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir imbas dari kondisi geopolitik dunia. Tercatat pada Maret 2026, harga avtur masih berada di angka Rp 15.248,10 per liter.
Kemudian harga avtur melonjak tajam menjadi Rp 28.949,13 per liter pada Mei 2026. Lalu sedikit menurun menjadi Rp 25.966,29 per liter pada Juni 2026.
Meski tengah menghadapi tren penurunan jumlah, Bandara SAMS Sepinggan tetap optimistis mampu mengejar target tahunan. Mengingat waktu masih tersisa enam bulan sebelum tahun 2026 berakhir.
“Harapannya target tahun ini 5,3 juta penumpang dapat tercapai hingga Desember 2026,” ujarnya. Dia berharap, angka ini bisa terealisasi dengan berbagai strategi.
Misalnya semakin banyak agenda kegiatan (event) berskala nasional maupun internasional yang berlangsung di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Balikpapan. Sehingga memicu kembali gairah kunjungan melalui jalur udara. (*)
Editor : Duito Susanto