KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pembangunan Depo Kontainer Kariangau terus dikebut Pemerintah Kota Balikpapan sebagai solusi untuk parkir liar dan kemacetan khususnya di kawasan Balikpapan Utara.
Hingga pekan ketiga Juni 2026, progres pematangan lahan telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung dalam enam minggu ke depan.
Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 11,2 hektare itu bakal menjadi pusat layanan logistik sekaligus kantong parkir resmi dari pemerintah bagi kendaraan angkutan barang.
Baca Juga: Ekonomi Melambat, Pajak Hotel dan BPHTB Balikpapan Tertekan
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan, pembangunan depo masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Proses pematangan lahan saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen. Kami optimistis pekerjaan bisa selesai sesuai target kontrak,” ujarnya, Senin (22/6).
Menurut Fadli, setelah proses pematangan lahan selesai, kawasan tersebut sudah dapat digunakan secara terbatas sebagai area parkir kendaraan berat.
Kendati demikian demikian, pembangunan sejumlah fasilitas pendukung masih akan terus dilakukan secara bertahap.
“Untuk tahap awal kendaraan besar sudah bisa memanfaatkan lokasi ini sebagai tempat parkir. Saat ini juga belum dikenakan biaya,” katanya.
Dari pemantauan Dishub Balikpapan selama ini, ia menjelaskan, truk-truk kontainer masih banyak ditemukan parkir di bahu jalan, termasuk di kawasan Kilometer 13 Balikpapan Utara.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan lainnya.
Apalagi kendaraan besar tersebut parkir menginap hingga beberapa hari.
Karena itu, keberadaan depo kontainer dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menata sistem transportasi barang di Balikpapan.
Pada tahap awal operasional, lokasi ini diperkirakan mampu menampung belasan kendaraan angkutan barang berukuran besar.
Ke depan, kapasitasnya akan ditingkatkan hingga lebih dari 20 unit truk kontainer.
Selain area parkir, Dishub juga merencanakan pembangunan gerbang utama sebagai identitas kawasan terminal angkutan barang Kariangau.
Baca Juga: Heboh di Balikpapan! Ratusan Peserta Tampil di Wastra Borneo Runway, Atrium Plaza Membludak
Lokasinya yang berdekatan dengan SPBU juga menjadi nilai tambah karena dapat mendukung kebutuhan operasional kendaraan logistik.
Pemkot berharap keberadaan Depo Kontainer Kariangau dapat membantu menciptakan sistem logistik yang lebih tertata, memperlancar distribusi barang, mengurangi kemacetan akibat parkir liar, dan meningkatkan keselamatan lalu lintas di Kota Balikpapan.
“Depo kontainer ini akan menjadi fasilitas penting untuk mendukung aktivitas logistik sekaligus menata parkir kendaraan angkutan barang di Balikpapan,” pungkas Fadli.(*)
Editor : Thomas Priyandoko