KALTIMPOST.ID-Tren wisata alam berbasis pengalaman terus berkembang di Balikpapan. Salah satu destinasi yang menjadi pilihan wisatawan pencinta aktivitas luar ruang adalah Watu Beach, yang menawarkan pengalaman berkemah dengan latar pantai, deretan pohon kelapa, serta panorama matahari terbit dan terbenam.
Sejak dibuka pada November 2023, Watu Beach terus menarik minat pengunjung. Pantai yang bersih dengan hamparan pohon kelapa yang tertata rapi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam sekaligus berkemah bersama keluarga maupun komunitas.
Pengelola Watu Beach, Dedi Ardani mengatakan keunggulan destinasi tersebut terletak pada keindahan alam yang masih terjaga, kebersihan kawasan, serta pemandangan matahari terbit dan terbenam yang dapat dinikmati langsung dari area pantai.
“Keunggulan kami ada pada keindahan alam, hamparan pohon kelapa, kebersihan pantai, serta panorama sunrise dan sunset yang menjadi favorit pengunjung,” ujarnya.
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, Watu Beach menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari gazebo, musala, toilet umum, restoran, ruang serbaguna, hingga area terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan gathering, piknik, maupun berkemah.
Pengunjung juga dapat menikmati beragam wahana rekreasi, seperti sepeda listrik, ATV, banana boat, dan kayak yang tersedia di kawasan wisata tersebut.
Berbeda dengan sejumlah lokasi camping lainnya, Watu Beach tidak membatasi area khusus untuk mendirikan tenda. Pengunjung diperbolehkan memilih lokasi berkemah di berbagai titik kawasan pantai sesuai keinginan.
Bagi wisatawan yang tidak membawa perlengkapan sendiri, pengelola menyediakan paket camping dengan harga mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1,8 juta.
Baca Juga: KPU Balikpapan Intensifkan Pemutakhiran Data Pemilih untuk Jaga Akurasi Daftar Pemilih Pemilu 2029Pilihan tersebut mencakup Onyx Tent untuk dua orang, Eclipta Tent berkapasitas tiga orang, hingga Peak Villa yang mampu menampung empat orang dengan tambahan fasilitas kasur, peralatan memasak, dan air cooler.
Seluruh tenda dipasang ketika tamu datang sehingga kondisinya tetap bersih dan siap digunakan. Sementara itu, wisatawan yang membawa tenda pribadi dikenakan biaya camping sebesar Rp 125 ribu per orang.
Dari sisi keamanan, pengelola telah menyiapkan prosedur antisipasi apabila terjadi cuaca buruk. Seluruh pengunjung akan diarahkan menuju aula terdekat hingga kondisi dinyatakan aman untuk kembali ke area camping.
“Kami mengutamakan keselamatan pengunjung. Jika cuaca memburuk, seluruh tamu akan kami arahkan ke aula hingga situasi kembali aman,” kata Dedi.
Selain itu, pengelola memberikan jaminan penggantian maupun pembersihan tenda dan perlengkapan apabila terdampak hujan selama proses berkemah.
Untuk menjaga kenyamanan bersama, Watu Beach menerapkan sejumlah aturan, di antaranya larangan membawa minuman beralkohol dan narkoba, kewajiban menjaga kebersihan, serta pembatasan penggunaan pengeras suara hingga pukul 22.00 Wita. Pasangan yang menginap juga diwajibkan menunjukkan identitas sebagai suami istri.
Menurut Dedi, ketertiban pengunjung menjadi faktor penting agar pengalaman berkemah tetap aman, nyaman, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan pantai yang menjadi daya tarik utama Watu Beach. (rd)
Editor : Romdani.