KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pengendalian banjir di Kota Minyak kembali dikebut tahun ini. Proyek perbaikan saluran sekunder Inhutani di simpang Jalan MT Haryono - BDS resmi berjalan dengan pagu anggaran Rp 20 miliar. Serta menyulap jalan lebih estetik dengan fasilitas pedestrian modern di saluran sekunder Balikpapan Baru.
Pekerjaan yang baru berjalan tiga pekan ini terpantau memiliki progres 4 persen dengan deadline pada 31 Desember 2026. Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mendorong kontraktor untuk bekerja cepat.
Baca Juga: 11 Tim Ramaikan Balikpapan Open Indoor Hockey Championship Andara Cup III
Terlebih dengan penggunaan box culvert jenis pabrikasi hingga alat berat. Seperti crane dan eksavator untuk mempercepat pekerjaan. Bagus berpesan kontraktor memperhatikan masalah keamanan.
Sebab Jalan MT Haryono merupakan wilayah dengan tingkat lalu lintas tinggi. “Siapkan pagar dan police line supaya pekerjaan ini tidak mengganggu aktivitas pemakaian jalan,” tuturnya.
Baca Juga: Dorong Pembangunan Inklusif, DP2KBP2PA Kutai Barat Perkuat Peran Perempuan
Apabila kontraktor bekerja di malam hingga pagi hari, sebaiknya langsung dilakukan pembersihan sebelum pukul 05.00 Wita. Sehingga tidak mengotori jalan dari aktivitas alat berat dan kualitas aspal tetap terjaga.
“Dinas PU dan konsultan tolong mengawasi pekerjaan ini dengan baik,” imbuhnya. Bagus berpesan agar pekerja juga taat menggunakan alat pelindung diri (APD). Termasuk memasang rambu-rambu informatif.
Baca Juga: Tak Perlu Datang ke Perpustakaan, Warga Kutim Kini Bisa Akses 9.000 Buku Lewat Smartphone
Semua upaya untuk mendukung pekerja dan pemakai jalan terjamin keselamatannya. Seperti diketahui, kontraktor pelaksana untuk drainase Inhutani yakni CV Unit Enam Konstruksi.
Sementara konsultan pengawas PT Tata Bumi Konsultan. Total alokasi anggaran Rp 20 miliar. Selain itu, Dinas PU kini melakukan penataan pedestrian Jalan MT Haryono di sisi saluran sekunder Balikpapan Baru.
Dana Rp 13 miliar untuk pembangunan trotoar, pemasangan lampu estetik, hingga fasilitas guiding block atau ubin pemandu bagi tunanetra. Progres penataan pedestrian mencapai 56 persen dengan deadline pada Oktober mendatang. (*)
Editor : Sukri Sikki