KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kabar penting bagi warga Kota Balikpapan, khususnya yang sering melintasi jalur rawan genangan di Jalan MT Haryono. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan resmi memulai perbaikan saluran sekunder Inhutani senilai Rp 20 miliar.
Bagian dari program pengendalian banjir yang dilakukan secara bertahap. Sembari menunggu pembebasan lahan di bagian hilir Sungai Ampal yang bakal berlangsung tahun depan.
“Saya kerjakan dulu yang tidak memerlukan proses pembebasan lahan,” kata Kepala Dinas PU Balikpapan Rita. Proyek drainase Inhutani berlokasi di Jalan MT Haryono untuk memperlebar saluran.
Baca Juga: Didominasi Atlet Muda, Hoki Balikpapan Berani Bidik Zona Medali di Porprov Kaltim 2026
Rencananya panjang saluran sekitar 500 meter dengan dimensi 5 meter dan tinggi 2,5 meter. “Progres pekerjaan saat ini cetak precast beberapa buah sesuai dengan target rencana untuk dipasang,” ujarnya.
Dia berharap, pekerjaan berjalan lancar dan bisa rampung sesuai dengan target pada akhir Desember. Pihaknya mengalokasi anggaran Rp 20 miliar untuk proyek tersebut.
Baca Juga: Eks Jalan Hauling Bayan Sepanjang 1,7 Km Segera Jadi Jalan Umum, Pemkab Kubar Matangkan Proses Hibah
Rita mengakui, kebutuhan anggaran untuk pengendalian banjir begitu besar. Secara keselurahan diproyeksi mencapai Rp 2,1 triliun untuk penanganan dari hulu hingga hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.
Dia bercerita, Komisi III DPRD Balikpapan menyarankan pekerjaan pengendalian banjir dilakukan secara tahun jamak atau multiyears. “Daripada bertahap terus karena proses penganggaran,” sebutnya.
Pemerintah Kota Balikpapan mengklaim alokasi anggaran yang sudah terealisasi untuk penanganan DAS Ampal sekitar Rp 100 miliar. Artinya baru 10 persen dari total kebutuhan anggaran.
Menurutnya saran dari anggota legislatif akan menjadi pertimbangan. “Itu menjadi perhatian pimpinan dan saya juga sudah melaporkannya. Saya pikir itu juga jauh lebih baik,” tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto