BALIKPAPAN-Universitas Balikpapan (Uniba) berharap nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah ditandatangani bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak berhenti sebagai seremoni.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret yang memberi manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM), baik di lingkungan kampus maupun institusi kepolisian.
Kerja sama yang ditandatangani pada Kamis (9/7) itu meliputi penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan.
Ruang lingkupnya juga mencakup pemanfaatan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi (Yapenti) Uniba Rendi Susiswo Ismail, menegaskan komitmen tersebut harus diikuti dengan implementasi yang nyata. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan Polri memiliki potensi besar dalam menghasilkan program yang memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.
“Harapannya ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan melalui berbagai kegiatan antara sivitas akademika Universitas Balikpapan dan Polri,” ujar Rendi.
Ia meyakini sinergi antara dunia akademik dan institusi kepolisian mampu melahirkan SDM yang unggul, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas personel Polri sekaligus memperluas kontribusi Uniba bagi pembangunan nasional.
Sementara itu, Rektor Uniba Isradi Zainal menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan Polri tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga diharapkan menyentuh pembinaan karakter mahasiswa.
Isradi berharap personel Polri dapat berperan aktif memberikan pembinaan kepada mahasiswa melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti penyuluhan mengenai hukum, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, hingga pembentukan karakter generasi muda.
Selain itu, ia menilai hubungan antara mahasiswa dan aparat kepolisian perlu terus dibangun secara humanis. Menurut Isradi, mahasiswa merupakan bagian penting dari pembangunan bangsa yang perlu didampingi melalui pendekatan persuasif dan edukatif.
Ia menyampaikan pandangannya terkait penanganan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dihadapi dengan pendekatan yang mengedepankan dialog.
“Dalam menghadapi para demonstran, hadapi dengan santai karena mereka adalah anak-anak kita dan penerus masa depan,” katanya.
Bagi Uniba, kerja sama ini memiliki ruang lingkup yang luas karena tidak hanya mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kedua institusi juga sepakat memperkuat pengembangan kelembagaan, pemanfaatan sumber daya manusia, serta penggunaan fasilitas pendukung secara bersama.
Melalui kolaborasi tersebut, Uniba berharap hubungan dengan Polri dapat menghasilkan berbagai program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika, institusi kepolisian, maupun masyarakat.
Dengan demikian, kerja sama yang telah disepakati tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045. (rd)
Editor : Romdani.