KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Suasana hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD 003 Balikpapan Kota pada Senin (13/7/2026) tampak berbeda dan penuh kehangatan. Sesuai dengan imbauan resmi Wali Kota Balikpapan, para orang tua secara antusias berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS).
Pemandangan manis ini mulai terlihat ramai sejak pukul 07.00 Wita. Senyum merekah terpancar dari wajah para siswa baru yang didampingi oleh ayah mereka di fase penting kehidupan sekolahnya.
Bagi yang belum tahu, GAMAS adalah gerakan yang diinisiasi berdasarkan arahan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Gerakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah upaya nyata untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pola asuh dan pendidikan anak.
Baca Juga: Targetkan Emas di Rumah Sendiri, PSSI Paser Mulai Rancang Kerangka Skuad Porprov 2026
Tujuan dari kegiatan ini untuk mempererat ikatan emosional ayah dan anak. Mengingat MPLS menjadi salah satu bagian penting fase baru dalam kehidupan anak. Serta meningkatkan peran ayah soal pola asuh.
Plt Kepala SD 003 Balikpapan Kota, Andriana Purwo, menuturkan bahwa GAMAS ini diikuti khususnya oleh siswa kelas 1 Tahun Ajaran 2026/2027. Namun, bagi para ayah yang kebetulan berhalangan hadir karena kesibukan kerja, mereka tidak perlu berkecil hati.
"Siswa tetap masuk diantar oleh ibu atau keluarga tanpa mengurangi makna," ujarnya. Di samping kemeriahan menyambut siswa baru dengan gerakan GAMAS, dia membeberkan fakta terkait daya tampung sekolah pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini.
Baca Juga: Semarak Hari Pertama MPLS, SD 005 Samarinda Ilir Hadirkan Photobooth hingga Permainan Tradisional
Tahun ini, SD 003 Balikpapan Kota sebenarnya membuka 4 rombongan belajar (rombel) dengan total kuota 120 siswa. Sayangnya, hingga hari pertama sekolah dimulai, jumlah kursi yang terpenuhi baru menyentuh 77 siswa.
Sebab minimnya jumlah anak usia sekolah yang berada di lingkungan tersebut. Menurutnya daya tampung yang tidak terisi maksimal, salah satunya dampak dari pemekaran wilayah.
“Mereka yang usia produktif sudah pindah ke perumahan di kecamatan lain,” tutupnya. Kendati kuota belum terpenuhi 100 persen, proses MPLS di SD 003 Balikpapan Kota tetap berjalan dengan penuh semangat, ceria, dan kondusif. (*)
Editor : Sukri Sikki