Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pariwisata Balikpapan Tumbuh Pesat, Tapi Terkendala SDM dan Minimnya Regenerasi Pengelola Wisata

Putra Malinau • Rabu, 15 Juli 2026 | 19:34 WIB
KENDALA: Sebagian besar destinasi wisata di Balikpapan masih dikelola kelompok masyarakat. Kondisi ini membuat standar pelayanan, pengelolaan, hingga promosi belum sebaik destinasi yang dikelola swasta. PUTRA/KP
KENDALA: Sebagian besar destinasi wisata di Balikpapan masih dikelola kelompok masyarakat. Kondisi ini membuat standar pelayanan, pengelolaan, hingga promosi belum sebaik destinasi yang dikelola swasta. PUTRA/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Sektor pariwisata terus menjadi salah satu penopang perekonomian Balikpapan. Namun di balik besarnya kontribusi tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Balikpapan mengakui masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama para pengelola destinasi wisata.

Berdasarkan data Dispar Balikpapan, sektor pariwisata yang mencakup jasa hiburan, hotel dan restoran menyumbang sekitar 35 persen terhadap pendapatan daerah pada tahun lalu. Capaian itu menunjukkan potensi besar sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Natalia mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi fokus utama agar sektor pariwisata mampu berkembang lebih kompetitif, terutama dalam menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga: Negara yang Bekerja

Menurutnya, sejumlah destinasi wisata di Balikpapan mulai dikunjungi turis asing. Namun, kemampuan pengelola dalam memberikan pelayanan, khususnya berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, masih menjadi kendala.

"Kendalanya ada di SDM termasuk pengelolanya. Contohnya seperti beberapa destinasi yang kadang didatangi oleh turis mancanegara, pantai contohnya, tetapi kesiapan SDM terkait kemampuan bahasa Inggrisnya masih kurang," ujarnya.

Natalia menambahkan, sebagian besar destinasi wisata di Balikpapan masih dikelola oleh kelompok masyarakat. Kondisi tersebut membuat standar pelayanan, pengelolaan, hingga promosi belum sebaik destinasi yang dikelola pihak swasta. "Beberapa destinasi masih dikelola masyarakat, bukan swasta. Sementara perbandingannya kalau dikelola antara masyarakat dan swasta itu cukup jauh," katanya.

Selain peningkatan kompetensi, persoalan regenerasi juga menjadi tantangan tersendiri. Pihaknya menilai minat generasi muda untuk terlibat dalam pengelolaan destinasi wisata relatif rendah. Padahal, menurut Natalia, kehadiran anak muda sangat dibutuhkan untuk menghadirkan inovasi, memperkuat promosi digital, hingga meningkatkan pengalaman wisatawan melalui pemanfaatan teknologi.

Baca Juga: Disnakertrans Paser Gelar FGD Raperda Ketenagakerjaan, Perusahaan Wajib Jamin BPJS Karyawan

"Kami melihat belum banyak anak muda yang tertarik mengelola destinasi wisata. Padahal di era digital seperti sekarang, peran generasi muda sangat dibutuhkan, terutama dalam inovasi pelayanan dan promosi melalui media digital," jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disporapar Pariwisata Balikpapan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui kerja sama dengan Bank Indonesia dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan promosi wisata, termasuk penyediaan panggung pertunjukan seni dan atraksi budaya pada sejumlah agenda pariwisata.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu penyediaan sarana dan prasarana pendukung di kawasan wisata. Natalia berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat dapat mempercepat peningkatan kualitas destinasi wisata di Balikpapan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
SDM pariwisata Destinasi Wisata Balikpapan wisata balikpapan Pariwisata Balikpapan wisata kaltim