KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Penyuluhan bahaya narkoba diserukan di SMKN 3 Balikpapan saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Ratusan siswa baru tidak hanya menerima materi pengenalan sekolah, tetapi juga mengikuti penyuluhan bahaya narkoba yang dikemas secara kreatif, edukatif, dan penuh semangat Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim.
Ada 576 siswa yang interaktif melalui edugame antinarkoba, mulai dari yel-yel penuh semangat, permainan edukatif, kuis berhadiah, hingga Mystery Balloon Game yang mengundang gelak tawa peserta.
Baca Juga: Satbrimob Polda Kaltim Tambah Prestasi, Bripda Wahyu Raih Juara Karate
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan tes urine sebagai bentuk deteksi dini sekaligus komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Berbeda dengan penyuluhan yang biasanya berlangsung secara formal, Ditresnarkoba Polda Kaltim menghadirkan pendekatan edutainment agar materi bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) lebih mudah dipahami generasi muda.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu menyerukan, ini merupakan investasi jangka panjang dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
Masa remaja merupakan fase yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan sehingga diperlukan penguatan karakter sejak hari pertama memasuki dunia sekolah.
Baca Juga: Asy-Syifa Balikpapan Pastikan Santri Didampingi 24 Jam, Utamakan Pendidikan Karakter
“Membangun daya tangkal atau imunitas dalam diri siswa agar mereka mampu mengatakan tidak terhadap narkoba,” ungkapnya.
Pihaknya ingin siswa memiliki keberanian menolak setiap ajakan, rayuan, maupun tekanan dari teman sebaya yang dapat menjerumuskan pada penyalahgunaan narkotika.
Ia menjelaskan, banyak remaja terjerumus menggunakan narkoba bukan karena ingin menjadi pecandu, tetapi berawal dari rasa penasaran.
Karena itu, Ditresnarkoba memilih metode penyampaian yang komunikatif, menyenangkan, dan melibatkan siswa secara aktif agar pesan yang diberikan lebih mudah diterima.
Banyak anak muda mencoba narkoba hanya karena ingin tahu. Melalui edukasi seperti ini mereka bisa mengetahui fakta sebenarnya bahwa narkoba hanya akan merusak masa depan, kesehatan fisik, mental, hingga kehidupan keluarga.
Siswa dan guru diajak menjawab berbagai pertanyaan seputar narkoba, mulai dari dampak kesehatan, modus peredaran, hingga ancaman hukuman bagi penyalahguna maupun pengedar. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo