KALTIMPOST.ID-Festival Rakyat Kaltim 2026 di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Balikpapan untuk menghabiskan akhir pekan.
Sejak dibuka pada 14 Juli lalu, festival yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim itu menghadirkan beragam kuliner dan produk UMKM lokal yang menarik minat pengunjung.
Puluhan stan kuliner menawarkan aneka makanan dan minuman, mulai dari hidangan khas daerah hingga jajanan kekinian.
Konsep festival terbuka dengan suasana santai di kawasan pesisir menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati waktu bersama keluarga maupun teman.
Salah seorang pengunjung, Delon, mengaku sengaja datang untuk mencicipi kuliner yang dijajakan para pelaku UMKM. Menurutnya, festival tersebut memberikan pengalaman berbeda dibanding berkunjung ke pusat perbelanjaan.
“Senang bisa jalan-jalan sore di sini sambil mencoba makanan di stan UMKM. Tadi saya sempat beli ayam geprek, rasanya enak dan harganya juga masih terjangkau,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/7).
Selain berburu kuliner, pengunjung juga memanfaatkan area festival untuk bersantai sambil menikmati suasana tepi pantai. Tersedianya wahana permainan anak turut menjadikan lokasi tersebut sebagai pilihan rekreasi keluarga selama libur akhir pekan.
Hingga memasuki hari kelima penyelenggaraan, arus pengunjung terlihat stabil. Keramaian yang tercipta memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan selama festival berlangsung.
Beragam pilihan menu dan kemudahan akses menuju lokasi menjadi alasan banyak warga memilih datang ke Festival Rakyat Kaltim 2026.
Suasana yang tertib dan nyaman juga membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati berbagai sajian yang tersedia.
Festival Rakyat Kaltim 2026 masih akan berlangsung hingga 20 Juli mendatang. Masyarakat masih memiliki kesempatan untuk menikmati wisata kuliner sekaligus mendukung produk-produk UMKM lokal yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di Balikpapan. (rd)
Editor : Romdani.