KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan. Sekolah Dasar (SD) 009 Balikpapan Utara berhasil terpilih menjadi salah satu Sekolah Rujukan Google (SRG).
Pencapaian ini sangat istimewa karena status Sekolah Rujukan Google saat ini baru ada dua di Indonesia, dan SD 009 Balikpapan Utara menjadi satu-satunya perwakilan dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Baca Juga: Target PAD Balikpapan Naik Rp 1,68 Triliun, Pemkot Andalkan Event Nasional dan MICE
Sebagai informasi, status SRG merupakan penghargaan yang diberikan kepada institusi pendidikan yang dinilai sukses menerapkan teknologi Google for Education, seperti penggunaan Chromebook dan Workspace for Education secara menyeluruh dalam aktivitas belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, mengakui bahwa tidak mudah bagi sekolah untuk bisa mendapatkan status bergengsi dari Google ini. Namun, kerja keras tersebut sebanding dengan dampak positif besar yang kini dirasakan oleh para murid.
Berkat status SRG, siswa-siswi SD 009 Balikpapan Utara kini memiliki kesempatan emas untuk menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan Google for Education yang digelar secara daring (online).
"Ada siswa dari luar seperti Jepang, Korea, Malaysia, dan Indonesia. Mereka (siswa SD 009) menjadi narasumber membagi praktik-praktik baiknya mereka di sekolah," ungkap Irfan Taufik.
Untuk menunjang sistem belajar online di dalam ruang kelas tersebut, pemerintah telah menyediakan fasilitas sebanyak 2.500 unit Chromebook yang dibagikan ke sekolah-sekolah.
"Ada papan interaktif dan ditambah internet no limit. Alhamdulillah semua bisa berjalan baik," tambah Irfan. Tidak hanya unggul dalam teknologi, SD 009 Balikpapan Utara juga menyandang predikat sebagai sekolah berintegritas dan sekolah Adiwiyata Mandiri.
Baca Juga: Asy-Syifa Andalkan Alumni untuk Jaga Kualitas Pendidikan Pesantren
Sekolah yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta KM 8 ini memang memiliki fasilitas yang berbeda dari sekolah pada umumnya. Salah satu fasilitas uniknya adalah Gazebo Gemini.
Fasilitas luar ruangan ini digunakan oleh siswa saat kegiatan outing class. Di Gazebo Gemini, para murid bisa membawa laptop mereka untuk belajar, berdiskusi, sekaligus berinteraksi langsung di alam terbuka.
Keberhasilan penerapan teknologi digital di sekolah ini mendapat sambutan positif dari Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. Dia menilai teknologi akan memberikan manfaat luar biasa jika digunakan untuk tujuan yang baik.
Meski demikian, Wali Kota tetap memberikan catatan penting terkait pengawasan digital pada anak. "Manfaatnya harus kita gunakan untuk perkembangan anak-anak, tetapi mudaratnya juga harus kita waspadai," pesan Rahmad Mas’ud.
Ia mengingatkan agar para guru dan orang tua memastikan anak-anak tidak mengakses konten internet yang belum sesuai dengan usia serta perkembangan pola pikir mereka.
Di sisi lain, Rahmad Mas'ud memberikan apresiasi khusus terhadap inovasi Gazebo Gemini. Menurutnya, ruang edukasi yang efektif tidak harus selalu berada di dalam ruang kelas tertutup yang dilengkapi AC. Kelas luar ruangan seperti gazebo justru sangat baik untuk menyegarkan pikiran siswa.
"Ternyata ini baik untuk pertumbuhan anak-anak, supaya mereka tidak bosan dan jenuh. Mungkin ini perlu kita kembangkan lagi di beberapa sekolah lainnya," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki