KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Pengurus Jaringan Remaja Waspada Penyalahgunaan Narkoba (Jarwasnaba) tingkat kelurahan se-Kecamatan Balikpapan Utara resmi dikukuhkan pada Sabtu (18/7/2026) di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Utara.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK Kecamatan, Niniek Yanti Parhedi. Acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Balikpapan Utara Umar Adi, Sekretaris Camat Slamet Riyadi, serta para kader PKK dari seluruh kelurahan di wilayah setempat.
Baca Juga: SD 009 Balikpapan Utara Jadi Sekolah Rujukan Google Pertama di Kaltim, Ini Keunggulannya
Ketua TP PKK Kecamatan Niniek Yanti Parhedi memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan Jarwasnaba ke depan untuk meningkatkan eksistensi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program Pangan dengan Jarwasnaba Lumbung Hidup ini menginisiasi gerakan 1 RT 1 Jenis Tanaman Produktif serta mengadakan demo masak sehat untuk mendorong ketahanan pangan mandiri di tingkat rumah tangga. Dari sektor Pendidikan menghadirkan pojok baca di setiap kelurahan serta menggiatkan pelatihan digital bagi ibu-ibu dan remaja di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Aturan Ketat dan Kuota Terbatas, Begini Siasat Kemenag PPU Terkait Izin Madrasah Baru
Program Preventif Kesehatan juga dilakukan melalui Jarwasnaba Cegah Stunting dengan pendampingan 1.000 HPK dan kelas ibu hamil serta posyandu aktif.
"Dari program-program tersebut, kami berharap warga dapat merasakan manfaat langsung dan menjadikan TP PKK sebagai rujukan utama," ujar Niniek.
Niniek juga memetakan sejumlah wilayah rawan di Balikpapan Utara yang menjadi perhatian khusus. Antara lain wilayah Rawan Stunting dan Gizi yang terdapat di daerah padat penduduk serta akses air bersih yang terbatas.
Baca Juga: Sambut Final Piala Dunia 2026, Kodim 0904/Paser Gelar Nobar Gembira dan Terbuka untuk Umum
Rawan Banjir/Rob meliputi kelurahan di area berbukit maupun dataran rendah dan bantaran muara.sedagkan wilayah Rawan Ekonomi itu terdapat Kepala Keluarga prasejahtera dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Strategi penanganannya adalah dengan pemetaan melalui RT dan bersama Dasa Wisma. Kami pastikan bantuan tepat sasaran melalui PMT, sembako, serta pelatihan UP2K. Kami juga menggalakkan kolaborasi dengan berbagai sektor dan memitigasi berbagai macam kebencanaan," jelas Niniek.
Baca Juga: Marak Modus Penipuan Segitiga Diadukan ke Polres Paser
Tantangan terbesar Jarwasnaba adalah menjangkau kalangan remaja yang dinilai cukup rumit. Namun demikian, berbagai langkah kolaboratif telah disiapkan.
Bersama dengan Mitra Kecamatan dan Kelurahan membuat kegiatan bareng. Seperti Program Jarwasnaba Edukasi baik tentang Edukasi kesehatan reproduksi, anti narkoba, anti stunting maupun kegiatan lainnya via IG/TikTok.
Baca Juga: Sembilan Tahun Tak Diperbarui, Pemkab Kutim Bakal Susun Ulang Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah
Pelatihan Skill untuk mereka juga diharapkan semakin bervariatif. Misalnya pelatihan Barista, desain, konten kreator, UMKM digital serta melalui kreatifitas dengan membuat event kontent Jarwasnaba Go to School agar keberadaan mereka dapat dikenal luas dikalangan remaja.
"Dengan berbagai program inovatif ini, kami optimis Jarwasnaba dapat menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba sekaligus membawa perubahan positif bagi generasi muda di Balikpapan Utara," pungkas Niniek. (*)
Editor : Sukri Sikki