BALIKPAPAN — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan terus berupaya menindaklanjuti pemanfaatan aset sirkuit balap milik Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah mengajukan anggaran penyusunan dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk Sirkuit Balap Lamaru.
Kepala Disporapar Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, menyatakan bahwa pihaknya akan memperjuangkan alokasi dana tersebut dalam pembahasan APBD Perubahan mendatang.
"Kami berjuang dulu dalam pembahasan APBD Perubahan nanti untuk DED. Namun, untuk pembangunan fisik tentu tergantung dari kemampuan keuangan daerah," ujar Ratih.
Penyusunan DED sirkuit balap ini masuk dalam daftar prioritas daerah. Kehadiran fasilitas olahraga berstandar internasional di masa depan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan serta tamu luar daerah ke Balikpapan.
Langkah ini juga sejalan dengan penguatan status Balikpapan sebagai kota Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE), sekaligus mempertegas perannya sebagai daerah penyangga dan beranda Ibu Kota Nusantara (IKN).
Saat ini, proyek sirkuit tersebut masih dalam tahap perencanaan awal. "Kemarin sudah ada survei lapangan awal sebagai bagian dari persiapan penyusunan DED," tutur Ratih.
Ia menginstruksikan tim Disporapar agar berfokus menyelesaikan dokumen DED terlebih dahulu. Melalui kajian dalam DED tersebut, Pemkot baru bisa memperkirakan konsep detail beserta kebutuhan total anggaran pembangunan.
"Saya belum bisa bicara berapa prediksi kebutuhan anggaran karena belum ada DED. Saya akan berkoordinasi lagi dengan bidang terkait," tambahnya.
Rencananya, pembangunan sirkuit balap ini akan memanfaatkan lahan aset Pemkot Balikpapan yang sudah disiapkan sejak 2014.
Rinciannya luas lahan 70 Hektare berlokasi Balikpapan Timur. Status lahan dipastikan clear and clean milik aset Pemkot Balikpapan. Rencana awal pembangunan fisik dibagi dua tahap, yakni sirkuit level nasional dan internasional.
Selain proyek sirkuit, kawasan Lamaru direncanakan oleh Pemkot Balikpapan untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui kehadiran berbagai fasilitas pendukung. Sebelumnya, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo sempat meninjau lokasi tersebut. Sebagian area dari aset sirkuit ini juga menjadi salah satu opsi pertimbangan untuk lokasi pembangunan sekolah rakyat. (*)
Editor : Ismet Rifani