KALTIMPOST.ID-Rising Star Ethnic Got Talent International 2026 tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat bagi peserta di atas panggung.
Kompetisi yang digelar Arnanatha Management di Atrium Plaza Balikpapan itu diproyeksikan sebagai wadah menjaring sekaligus membina talenta muda Kaltim agar mampu menembus industri kreatif di tingkat nasional hingga internasional.
Di balik penampilan peserta yang membawakan lagu, tari, hingga peragaan busana, penyelenggara membawa misi lebih besar, yakni menemukan bibit-bibit potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan.
Baca Juga: PB Hevindo Juara Umum Kejuaraan Bulu Tangkis Tingkat Balikpapan 2026, Raih 7 Medali Emas
Dengan demikian, peserta yang memiliki kemampuan tidak hanya berhenti sebagai pemenang kompetisi, tetapi dipersiapkan menjadi talenta profesional yang mampu bersaing di panggung yang lebih luas.
Pemilik Arnanatha Management, Erik, mengatakan ajang tersebut lahir dari keinginan memberikan ruang bagi masyarakat yang memiliki bakat, tetapi belum memperoleh kesempatan untuk menunjukkan potensinya.
Menurut dia, pembinaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kompetisi agar peserta memiliki bekal menghadapi industri hiburan yang semakin kompetitif.
“Kami mencari talent-talent yang nantinya bisa kami bawa ke tingkat internasional. Di Arnanatha Management ada kelas acting, public speaking, singing, dancing, sampai modeling untuk membina mereka,” ujarnya.
Erik menjelaskan, dunia hiburan saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, seperti bernyanyi atau menari.
Seorang talenta juga dituntut memiliki kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, etika, serta kesiapan tampil di hadapan publik.
Karena itu, peserta yang dinilai berpotensi akan mendapatkan pendampingan melalui berbagai program pelatihan setelah kompetisi berakhir.
Peserta terbaik nantinya berkesempatan mengikuti grand final di Jakarta sebagai tahapan menuju kompetisi internasional.
Mereka juga berpeluang memperoleh golden ticket berupa potongan biaya untuk mengikuti seleksi pada jenjang berikutnya.
“Harapan kami, anak-anak muda yang punya prestasi jangan hanya dikenal di Balikpapan. Mereka harus bisa melangkah ke tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Menurut Erik, peserta yang lolos nantinya berpeluang mengikuti ajang internasional yang mempertemukan talenta dari berbagai negara Asia, seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.
Kesempatan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi putra-putri Kaltim untuk memperluas pengalaman sekaligus membangun jejaring di industri kreatif internasional.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menghadirkan Jefri Syaiful, pendiri Inter Model Artist Management Jakarta, sebagai salah satu dewan juri.
Kehadirannya diharapkan memberikan penilaian yang objektif sekaligus berbagi pengalaman mengenai standar industri hiburan nasional yang harus dipenuhi peserta agar mampu bersaing secara profesional.
Kegiatan itu juga mendapat dukungan Pemkot Balikpapan. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Ratih Kusuma turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta muda di bidang seni dan industri kreatif.
Pemerintah menilai ajang pencarian bakat menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, serta membuka peluang prestasi generasi muda.
Arnanatha Management berharap Rising Star Ethnic Got Talent International terus menjadi jembatan bagi lahirnya talenta-talenta baru dari Kaltim.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, putra-putri daerah diharapkan tidak hanya mampu berprestasi di tingkat lokal, tetapi juga mengharumkan nama Balikpapan dan Kaltim di panggung nasional maupun internasional. (rd)
Editor : Romdani.