KALTIMPOST.ID-Tiga hari pencarian di Perairan Balikpapan akhirnya berujung kabar duka. Orip Arudin Tunmuni (33), penumpang KM Bukit Siguntang yang dilaporkan terjatuh dari kapal, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (15/8).
Tubuh korban ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar pukul 10.35 Wita. Lokasinya berada sekitar 1,4 kilometer arah barat laut dari titik kejadian yang diperkirakan.
Peristiwa bermula Kamis lalu sekitar pukul 05.23 Wita. Saat itu, KM Bukit Siguntang tengah mengarungi rute Balikpapan-Parepare. Orip dilaporkan terjatuh dari kapal di sekitar Buoy 9 Perairan Balikpapan.
Baca Juga: Miris! Segini Gaji Pengupas Bawang di Balikpapan Per Kilogram, Beda Jauh dari Kata Presiden Prabowo
Kasi Ops Kantor SAR Balikpapan Endrow Sasmita mengatakan, laporan pertama diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan sekitar pukul 05.40 Wita dari Kepanduan Balikpapan melalui komunikasi radio.
Sejak laporan diterima, operasi pencarian langsung digelar. Laut di sekitar titik kejadian disisir dengan melibatkan berbagai unsur dan armada.
Memasuki hari ketiga, pencarian diperluas. Tim mengawali operasi dengan pengarahan sebelum membagi area pencarian menjadi dua sektor.
“Masuk hari ketiga operasi SAR, Tim Gabungan melakukan briefing dan membagi area pencarian menjadi dua sektor dengan total luas area sekitar 247 NM,” ujar Endrow.
Penyisiran selama berjam-jam akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 10.35 Wita, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
“Korban ditemukan sekitar 1,4 kilometer arah barat laut dari lokasi kejadian yang diperkirakan,” katanya.
Jenazah kemudian dievakuasi Tim SAR Gabungan. Sekitar pukul 11.20 Wita, seluruh personel melaksanakan debriefing sekaligus mengevaluasi operasi yang telah berlangsung selama tiga hari.
Baca Juga: IKN Dinilai Siap Gelar Kegiatan Kenegaraan, Akademisi Dorong Siapkan Paket Wisata Khusus
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing dan melanjutkan kesiapsiagaan.
Pencarian Orip menjadi operasi lintas instansi. Basarnas bekerja bersama Satpolairud Polda Kaltim, Polair Polresta Balikpapan, Lanal Balikpapan, Satbrimob Polda Kaltim, KPLP, BPBD Balikpapan, Polsek KP3, Coast Guard KSOP Balikpapan, PT Pelni Balikpapan, serta unsur lainnya.
Beragam armada dikerahkan, mulai rescue car, RBB Basarnas, speedboat, kapal KPLP hingga kapal pandu. Peralatan SAR air, selam, komunikasi, dan medis turut digunakan dalam penyisiran perairan hingga pencarian berakhir. (rd)
Editor : Romdani.