KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pendaftaran uji coba Perlinsos Digital di Balikpapan akan resmi ditutup pada 31 Agustus 2026. Menjelang batas akhir yang tersisa kurang dari lima hari tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan terus menggenjot sosialisasi agar masyarakat segera mendaftarkan diri.
Hingga 19 Agustus 2026, total data yang masuk mencapai 60.548 pendaftar atau sekitar 22,6 persen. Pemerintah pusat menargetkan cakupan pendaftaran semaksimal mungkin guna memastikan jumlah pasti warga yang memenuhi kriteria desil penerima bantuan sosial (bansos).
Kepala Dinsos Kota Balikpapan, Arfiansyah, menegaskan bahwa pihaknya mengoptimalkan koordinasi dengan jajaran perangkat daerah untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat tersosialisasi.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Mulai Terlihat di Samarinda, Kualitas Udara Masih Aman
“Kami berkoordinasi dengan seluruh camat dan lurah untuk memastikan informasi pendaftaran Perlinsos ini sampai kepada seluruh warga,” ujar Arfiansyah.
Ia meminta para camat dan lurah menyisir serta memastikan warga yang masuk dalam kategori desil 1–5 sebagai sasaran penerima bansos segera mendaftar.
“Bagi warga yang belum pernah mengusulkan bansos, namun saat ini kondisinya membutuhkan dan dianggap layak menjadi penerima manfaat, silakan mendaftar,” katanya.
Arfiansyah menjelaskan, kepastian status penerima manfaat baru dapat diketahui setelah data terverifikasi di sistem. Bagi warga yang merasa penetapan desil tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini, pemerintah membuka ruang sanggahan.
Baca Juga: 850 Atlet Ikuti Wali Kota Samarinda Cup Open 2026, Jadi Ajang Pembinaan Pencak Silat Kaltim
“Silakan ajukan sanggahan dan perbarui data. Proses ini bisa dilakukan di kantor kelurahan setempat dengan bantuan petugas maupun secara mandiri melalui aplikasi,” tuturnya.
Ia berharap tidak ada warga yang terlewat, mengingat masa pendaftaran telah dibuka selama lebih dari satu bulan. “Jangan sampai setelah 31 Agustus ada yang mengaku tidak tahu atau belum mendaftar Perlinsos,” tegas Arfiansyah.
Seluruh data yang terkumpul per 31 Agustus 2026 akan menjadi bahan evaluasi, konsolidasi, serta acuan utama pemerintah dalam menyalurkan berbagai program bansos, termasuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) Triwulan I 2027.
“Ke depan, seluruh bantuan pemerintah akan mengacu pada data Perlinsos. Karena itu, segera mendaftar untuk memastikan kepesertaan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo