Viral Penganiayaan Anak Kucing di Balikpapan, Siapa Pelakunya?

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:30 WIB
Empat anak kucing yang jadi korban dugaan penganiayaan di Balikpapan. (ist)
Empat anak kucing yang jadi korban dugaan penganiayaan di Balikpapan. (ist)

KALTIMPOST.ID - Kasus dugaan penganiayaan anak kucing di Balikpapan resmi berlanjut ke jalur hukum.

Organisasi pemerhati hewan Animal Defenders Indonesia melaporkan dugaan penganiayaan terhadap empat ekor anak kucing berusia sekitar dua bulan tersebut ke Polresta Balikpapan pada 28 Agustus 2026.

Langkah hukum ini diambil setelah informasi dan video mengenai kondisi mengenaskan hewan-hewan tersebut mendadak viral di media sosial.

Pendiri Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru, membagikan informasi kejadian ini melalui akun Instagram pribadinya, @doniherdaru.

Dalam unggahannya, Doni menyertakan peringatan konten sensitif dan menyebut dugaan keterlibatan salah satu oknum pimpinan sekolah.

"GRAPHIC WARNING! Brutal Animal Cruelty. Yang gak kuat liat, langsung skip ya. Ditujukan untuk investigasi dan edukasi. Kejadian beberapa hari lalu di Balikpapan, yang diduga dilakukan oknum kepala sekolah, yang terkenal anti-kucing dan sering meracun kucing di area sekolah dimaksud," tulis akun Instagram @doniherdaru.

Tim Animal Defenders Indonesia langsung bergerak menuju lokasi untuk menghimpun data dan bukti tambahan sebelum mendatangi kantor polisi.

Pihaknya menegaskan pentingnya tindakan cepat dari aparat penegak hukum untuk mengamankan barang bukti di tempat kejadian perkara.

"Saat ini tim sudah di Balikpapan, dan mengumpulkan data tambahan, sebelum siang ini lanjut ke Polresta Balikpapan untuk membuat laporan Polisi dan mendesak pihak kepolisian segera mengamankan barang bukti, cctv, keterangan saksi dsb. Tidak akan ada damai untuk pelaku. Never," lanjut keterangan dari akun @doniherdaru.

Selain itu, pihak relawan juga membuka saluran komunikasi khusus bagi warga yang memiliki informasi tambahan terkait insiden ini, sembari menjamin perlindungan identitas para saksi.

"Bagi yang mengetahui kejadian dan dapat menambahkan keterangan, akan kami lindungi sepenuhnya, mohon kontak kami di 08989.123.789. Mohon atensi bapak @kristiantotory dan bapak @garistrakos.official untuk kekejaman ini pak," tulis akun @doniherdaru menutup penyataannya.

Unggahan tersebut menarik perhatian publik dan memicu beragam respons warganet.

Salah satu akun Instagram, @Nie***, turut memberikan komentar dan mengaku mengetahui latar belakang kejadian penindasan terhadap hewan di lokasi tersebut.

"Saya tau persis kejadian ini bund. Sebelumnya kucing" di sekolah ini juga ada yanh diracun. Ini perbuatan setan bund krn yg menyuruh melakukan perbuatan dzalim ini org yg mengepalai sekolah tsb. Oknum guru yg mengetahui sbnrnya sdh Im ingin mengup kejadian sblm"nya tp diancam. Tp kali ini saya bersaksi saya akan minta spy ini dituntaskan krn sdh menghilangkan nyawa" anak kucing ini dgn sadis," tulis akun @Nie*** di kolom komentar.

Laporan resmi mengenai dugaan penganiayaan anak kucing di Balikpapan ini kini berada dalam penanganan pihak kepolisian. ***

Editor : Dwi Puspitarini
Penganiayaan anak kucing di Balikpapan Animal Defenders Indonesia kasus kekerasan hewan cat lovers polresta balikpapan