ITK Kenalkan Riset Baterai dari Limbah Biomassa kepada 1.600 Peserta

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 19:42 WIB
DISEMINASI: Berlangsung selama 1-8 September, sebanyak 1.600 peserta mengikuti Diseminasi BINTANG garapan ITK.
DISEMINASI: Berlangsung selama 1-8 September, sebanyak 1.600 peserta mengikuti Diseminasi BINTANG garapan ITK.

BALIKPAPAN – Riset baterai berbasis biomassa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mulai diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat. Sebanyak 1.600 peserta mengikuti rangkaian Diseminasi BINTANG (Biomassa untuk Inovasi Baterai Berkelanjutan bagi Generasi Mendatang) yang berlangsung 1–8 September 2026.

Kegiatan yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Program Semesta In-Saintek 2026 tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus diseminasi hasil riset baterai berbasis biomassa.

Rangkaian kegiatan dikemas melalui tiga agenda utama, yakni BINTANG School Roadshow, BINTANG Discovery Day, dan BINTANG Innovation Expo.

Ketua Pusat Riset Elektrokimia ITK Yunita Triana mengatakan, ketiga agenda tersebut dirancang untuk membawa hasil riset lebih dekat kepada masyarakat. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi sains, demonstrasi teknologi, lokakarya eksperimen, pameran inovasi hingga penguatan jejaring kerja sama.

Melalui BINTANG School Roadshow, edukasi menyasar sekitar 600 peserta dari tiga SD dan tiga SMP di Balikpapan. Materi bertajuk “Baterai Masa Depan dari Limbah Biomassa” disampaikan secara interaktif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta.

Baca Juga: Mahasiswa ITK Hadirkan Insinerator Sederhana untuk Kelola Sampah Wisata Tanjung Gading

Untuk siswa SD, edukasi dikemas melalui dongeng BILO (Baterai Inovasi Limbah Organik), permainan edukatif serta sesi interaktif. Peserta diperkenalkan pada konsep energi terbarukan, pelestarian lingkungan hingga pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan baku baterai ramah lingkungan.

“Kegiatan juga dilengkapi dengan praktik dan demonstrasi perakitan baterai sederhana serta uji coba hasil rangkaian,” tambah Yunita.

Sementara siswa SMP mendapatkan pemahaman mengenai energi terbarukan, proses penelitian dan inovasi baterai berbasis biomassa. Mereka juga diajak melakukan praktik sederhana perakitan baterai sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut melalui BINTANG Discovery Day yang digelar di Gedung Laboratorium Terpadu 1 ITK, Selasa (8/9). Agenda ini menargetkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai siswa SMA/SMK, mahasiswa, sivitas akademika, masyarakat umum, pemerintah daerah, lembaga riset hingga pelaku industri.

Peserta mendapat edukasi mengenai energi hijau berbasis biomassa sekaligus melihat hasil riset Pusat Riset Elektrokimia ITK.

Yunita menjelaskan perjalanan riset pemanfaatan TKKS sebagai material penyusun baterai, termasuk tahapan penelitian dari laboratorium hingga menghasilkan prototipe.

“BINTANG Discovery Day juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara ITK dan berbagai pihak,” tandasnya.

Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara ITK dengan Yayasan Mitra Hijau, Badan Riset Daerah (BRIDA) Kaltim, Bapedalitbang Balikpapan, Bapedalitbang Paser, serta sejumlah sekolah mitra di Balikpapan.

Melalui rangkaian BINTANG, hasil riset baterai berbasis biomassa diharapkan tidak berhenti di laboratorium, tetapi semakin dikenal dan membuka peluang pengembangan teknologi energi hijau yang melibatkan masyarakat, pemerintah, lembaga riset dan industri.

Editor : Muhammad Ridhuan
Baterai biomassa ITK Riset ITK Baterai dari limbah TKKS Diseminasi BINTANG ITK Energi hijau Balikpapan