KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tim SAR gabungan memperluas pencarian penumpang KMP Gajah Mada yang diduga melompat ke laut di perairan Muara Kariangau, Balikpapan. Pencarian hari kedua ini diperluas hingga 28,6 mil laut persegi dengan membagi operasi menjadi dua sektor.
Penambahan cakupan pencarian dilakukan setelah penyisiran pada hari pertama, Minggu (18/10/2026), belum membuahkan hasil. Sejumlah armada dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, dan BPBD dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir penumpang terlihat.
Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan (PKPP) Ahli Muda Kantor SAR Balikpapan, Mujiono, mengatakan operasi pencarian hari kedua diawali dengan pengarahan pada pukul 07.00 Wita.
Baca Juga: Silaturahmi ke Ponpes Syaichona Cholil, Wakapolda Kaltim Beri Pesan Ini ke Santri
Arahan tersebut membahas pembagian wilayah pencarian serta pengerahan armada untuk setiap Search and Rescue Unit (SRU). “Pencarian dibagi menjadi dua SRU, yaitu SRU I menggunakan speed boat Basarnas dan TNI AL, serta SRU II menggunakan speed boat Polairud dan BPBD PPU,” jelasnya.
Hingga jelang sore, korban belum ditemukan tanda-tandanya. Kedua SRU menyisir sektor yang telah ditentukan dengan armada masing-masing. Strategi ini diterapkan untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus memaksimalkan penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian.
Operasi tersebut melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, Polairud Polda Kalimantan Timur, Ditsamapta Polda Kaltim, TNI AL, BPBD Kota Balikpapan, BPBD Penajam Paser Utara (PPU), serta unsur potensi SAR lainnya.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (18/10/2026), saat KMP Gajah Mada melayani rute Balikpapan–Penajam. Seorang saksi melihat penumpang berdiri di bagian buritan kapal sekitar pukul 09.00 Wita.
Baca Juga: Karhutla di Tengah El-Nino Gozila, BPBD Ungkap Personel Terbatas, Titik Api Berulang dan Kurang Air
Setelah awak kapal mengetahui dugaan kejadian tersebut, kapal berupaya kembali mendekati lokasi. Namun, manuver sempat terkendala kondisi jalur pelayaran yang sempit. Saat kapal kembali mendekati area tersebut, penumpang yang dimaksud sudah tidak terlihat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo