Dua Imam MSF Ditahbiskan, Keuskupan Agung Samarinda Perkuat Pelayanan Umat

Dina Angelina • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:48 WIB
Suasana perayaan Sakramen Imamat bagi Diakon Theobaldus Boi Sarah, MSF dan Diakon Antonius Tedy, MSF oleh Uskup Agung Keuskupan Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF di Gereja Santa Theresia Prapatan, Balikpapan (20/10/2026). (DINA ANGELINA/KP)
Suasana perayaan Sakramen Imamat bagi Diakon Theobaldus Boi Sarah, MSF dan Diakon Antonius Tedy, MSF oleh Uskup Agung Keuskupan Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF di Gereja Santa Theresia Prapatan, Balikpapan (20/10/2026). (DINA ANGELINA/KP)du

BALIKPAPAN – Keuskupan Agung Samarinda mendapat tambahan dua imam dari Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF). Diakon Theobaldus Boi Sarah, MSF dan Diakon Antonius Tedy, MSF menerima tahbisan imamat dalam perayaan di Gereja Santa Theresia Prapatan, Selasa (20/10/2026).

Tahbisan dipimpin Uskup Agung Keuskupan Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF. Kehadiran dua imam baru tersebut diharapkan memperkuat pelayanan pastoral dan sakramental bagi umat Katolik di wilayah Kalimantan Timur.

Mgr. Yustinus mengatakan, tahbisan imam menjadi peristiwa penting bagi gereja karena menambah tenaga pelayan untuk mendampingi umat.

“Tahbisan imam bagi gereja sangat bermakna karena gereja berarti bertambah tenaga pelayan. Di sini ada dua diakon yang ditahbiskan menjadi imam pada hari ini, imam MSF,” katanya sebelum upacara tahbisan.

Ia berharap penambahan imam juga memperkuat kerja sama antara Kongregasi MSF dan Keuskupan Agung Samarinda. Kerja sama tersebut diperlukan untuk mendukung pelayanan di berbagai wilayah paroki.

“Kita harapkan ini juga memberi harapan bahwa kerja sama ini bisa ditingkatkan dan tenaga imam di wilayah Keuskupan Agung Samarinda juga bisa bertambah. Itulah yang kemudian juga ada intensifikasi dalam pelayanan bagi umat, sehingga umat semakin bertambah imannya,” ujarnya.

Selain memperkuat pelayanan umat, perayaan tahbisan di Gereja Santa Theresia Prapatan diharapkan mendorong kaum muda untuk mengenal dan mempertimbangkan panggilan hidup sebagai imam.

Baca Juga: DBH Menyusut Tajam, DPRD Balikpapan Siap Lacak Penunggak Pajak

Mgr. Yustinus berharap peristiwa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terlibat dalam kehidupan gereja melalui panggilan imamat.

“Diharapkan bahwa dari peristiwa ini ada orang-orang muda yang tergerak hatinya untuk bergabung menjadi seorang imam. Karena dengan melihat peristiwa ini, orang-orang muda mungkin juga bisa tertarik untuk menjadi imam,” tuturnya.

Kepada kedua imam yang baru ditahbiskan, Mgr. Yustinus berpesan agar mereka menjalani panggilan dengan rasa syukur, semangat, dan kesetiaan. Ia juga mengingatkan keduanya untuk tetap bersukacita dalam menjalankan amanat pelayanan.

“Imam yang baru bertahbis, Anda sekalian adalah orang yang terpilih dan orang yang kiranya harus bersyukur karena pilihan Allah itu. Anda juga mesti semangat karena itu adalah amanat dari Tuhan sendiri sehingga Anda menjalankannya dengan sukacita dan penuh semangat, serta setia sampai akhir hayat,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
tahbisan imam MSF Keuskupan Agung Samarinda Gereja Santa Theresia Prapatan pelayanan umat Katolik Yustinus Harjosusanto